JAKARTA, METRODAILY – Peluang tercapainya kesepakatan antara Amerika Serikat dan Iran dinilai sangat kecil. Namun, pejabat Israel mengingatkan bahwa langkah tak terduga dari Presiden Donald Trump tetap bisa mengubah arah situasi, termasuk kemungkinan pengumuman gencatan senjata sementara.
Seorang pejabat Israel menyebut posisi Teheran dan Washington saat ini masih berjauhan. “Kemungkinan kesepakatan berada di antara tipis dan hampir tidak ada. Tapi Trump selalu bisa mengejutkan,” ujarnya seperti dikutip The Jerusalem Post, Rabu (25/3/2026).
Meski belum ada sinyal resmi dari Washington, pemerintah Israel mulai bersiap menghadapi berbagai skenario.
Baca Juga: David’s Sling Gagal Hadang Rudal Iran? Ini Fakta di Balik Celah Pertahanan Israel
Perdana Menteri Benjamin Netanyahu dilaporkan telah menggelar rapat terbatas bersama pejabat keamanan dan menteri terkait untuk merespons dinamika terbaru.
Langkah ini diambil di tengah kekhawatiran bahwa gencatan senjata sementara dapat memberi ruang bagi Iran untuk mengatur ulang strategi militernya.
AS Klaim Negosiasi Masih Berjalan
Dari pihak Washington, Gedung Putih menyatakan pembicaraan masih berlangsung produktif. Juru bicara Gedung Putih Karoline Leavitt menegaskan bahwa Iran belum menolak proposal yang diajukan AS.
“Iran belum menolak proposal Amerika. Pembicaraan terus berjalan dan ada kemajuan,” ujarnya.
Baca Juga: Kapal Karam di Pulau Salah Namo, 64 Penumpang Dievakuasi Selamat Dini Hari
AS bahkan dikabarkan tengah mengupayakan pertemuan lanjutan dengan pejabat Iran di Islamabad, Islamabad, dalam waktu dekat. Namun, media Iran menyebut dokumen proposal berisi 15 poin dari Trump sebagai “tidak dapat diterima”.
Di tengah negosiasi, AS juga meningkatkan tekanan militer. Ribuan pasukan tambahan, termasuk Marinir dan unit lintas udara, dikerahkan ke wilayah operasi CENTCOM di Timur Tengah.
Langkah ini menunjukkan strategi “dual track”—negosiasi tetap berjalan, namun opsi militer tetap disiapkan.
Negara Teluk Dukung Sikap Keras
Sejumlah negara Teluk, termasuk Uni Emirat Arab dan Arab Saudi, dilaporkan mendukung sikap keras terhadap Iran. Mereka menilai konflik harus diselesaikan secara menyeluruh, mencakup isu nuklir, rudal, drone, hingga jaringan proksi.
Baca Juga: Arus Balik Dijaga Ketat, Kapolres Tanjungbalai Sidak Pos Pam hingga Stasiun KA
Putra Mahkota Mohammed bin Salman bahkan disebut mendorong Trump untuk tidak memberikan konsesi dan melihat momentum ini sebagai “kesempatan bersejarah”.
Situasi saat ini menunjukkan negosiasi AS–Iran masih jauh dari kata selesai. Namun faktor politik domestik AS dan gaya kepemimpinan Trump membuat kemungkinan langkah tak terduga tetap terbuka.
Bagi Israel dan sekutunya, skenario gencatan senjata sementara justru menjadi risiko baru—karena bisa mengubah keseimbangan konflik tanpa benar-benar menyelesaikan akar masalah. (jpc)