TEL AVIV, METRODAILY – Otoritas Israel Defense Forces (IDF) melalui Komando Pertahanan Dalam Negeri memperketat pedoman keamanan di wilayah selatan Israel menyusul serangan rudal balistik Iran yang melukai lebih dari 100 orang, Sabtu (21/3/2026).
Langkah ini diambil setelah evaluasi situasi pascaserangan yang menghantam sejumlah titik, termasuk Arad dan Dimona.
Komandan Komando Pertahanan Dalam Negeri, Shai Klapper, menyatakan pembatasan diperketat di sejumlah wilayah, meliputi Lachish, Negev Barat, Negev Tengah, Negev Selatan, hingga kawasan Laut Mati.
Dalam aturan terbaru, aktivitas publik tetap diizinkan secara terbatas. Pertemuan maksimal 50 orang diperbolehkan dengan syarat tersedia tempat perlindungan yang dapat dijangkau cepat jika sirene serangan berbunyi.
Tempat kerja juga masih diizinkan beroperasi dengan ketentuan serupa.
Namun, sektor pendidikan dihentikan sementara. Menteri Pendidikan Israel, Yoav Kisch, memutuskan sekolah tetap ditutup dan pembelajaran tatap muka dibatalkan hingga waktu yang belum ditentukan.
Kebijakan darurat ini mulai berlaku pada Minggu (22/3) pukul 06.00 waktu setempat hingga Selasa (24/3) pukul 20.00.
Korban Melonjak, Rumah Sakit Kewalahan
Serangan rudal Iran menyebabkan dampak signifikan terhadap warga sipil. Sedikitnya 84 orang terluka akibat hantaman langsung di Arad, sementara 78 lainnya mengalami luka-luka di beberapa titik di Dimona.
Total korban luka dari dua wilayah tersebut melampaui 100 orang.
Fasilitas kesehatan utama di selatan Israel, Soroka Medical Center, langsung menetapkan status darurat massal untuk menangani lonjakan pasien.
Kementerian Kesehatan Israel kemudian mengumumkan rencana distribusi pasien ke sejumlah rumah sakit lain guna mengurangi beban layanan dan memastikan seluruh korban mendapatkan perawatan optimal.
Eskalasi Konflik Berlanjut
Serangan ini menandai eskalasi terbaru dalam konflik terbuka antara Israel dan Iran, dengan wilayah sipil di selatan Israel kembali menjadi sasaran serangan jarak jauh.
Otoritas keamanan mengimbau warga tetap waspada, mematuhi instruksi darurat, serta segera menuju tempat perlindungan saat sirene peringatan berbunyi. (Jpc)
Editor : Editor Satu