TEL AVIV, METRODAILY — Setelah 11 hari pertempuran antara Iran dan Israel, otoritas Israel menerima 9.115 klaim kerusakan akibat serangan rudal yang menghantam berbagai wilayah negara tersebut.
Data dari Israel Tax Authority menunjukkan klaim tersebut terdiri dari 6.586 kerusakan bangunan, 1.044 kerusakan isi dan peralatan, serta 1.485 kerusakan kendaraan.
Jumlah tersebut jauh lebih kecil dibandingkan kerusakan yang terjadi pada konflik sebelumnya pada Juni 2025.
Pada perang tahun lalu, hampir 10.000 klaim kerusakan sudah tercatat hanya pada hari kedua pertempuran.
Pada hari keempat konflik tersebut, klaim meningkat menjadi sekitar 18.800, dan setelah 12 hari perang, total klaim mencapai 53.409 kasus dengan kompensasi sekitar 2,9 miliar shekel.
Rudal Lebih Sedikit, Sirene Lebih Banyak
Data dari Institute for National Security Studies menunjukkan bahwa Iran menembakkan jumlah rudal yang lebih sedikit dibandingkan konflik sebelumnya.
Pada Juni 2025, Iran meluncurkan sekitar 1.600 rudal dan drone ke Israel. Namun dalam konflik terbaru ini jumlahnya kurang dari 600.
Meski demikian, jumlah peringatan bahaya meningkat tajam. Jika pada konflik sebelumnya tercatat sekitar 20.000 peringatan sirene, dalam operasi terbaru jumlahnya mencapai sekitar 42.000 peringatan.
Serangan kali ini juga lebih terfokus pada wilayah tengah Israel.
Kerusakan Lebih Kecil
Total kerusakan langsung akibat serangan rudal dalam konflik terbaru diperkirakan hanya mencapai beberapa ratus juta shekel, jauh lebih rendah dibandingkan sekitar 3 miliar shekel pada perang sebelumnya.
Baca Juga: Kejari Karo Musnahkan Sabu 1,4 Kg dan Ganja 42 Kg dari 100 Perkara Inkracht
Perbedaan tersebut dipengaruhi oleh jenis target bangunan yang terkena dampak. Pada konflik sebelumnya, beberapa menara apartemen besar mengalami kerusakan parah hingga harus dihancurkan dan dibangun ulang.
Sebaliknya, pada konflik terbaru sebagian besar kerusakan hanya bersifat terbatas.
Penggunaan Rudal Kluster
Ketua Association of Engineers Israel, Yigal Govrin, menjelaskan bahwa perubahan jenis senjata turut memengaruhi tingkat kerusakan.
Pada konflik sebelumnya, rudal yang digunakan memiliki hulu ledak besar dengan berat ratusan kilogram, sehingga satu rudal yang lolos dari sistem pertahanan dapat meruntuhkan satu bangunan.
Namun dalam konflik terbaru, Iran disebut lebih banyak menggunakan rudal kluster, yaitu hulu ledak yang menyebar dan membawa bahan peledak lebih kecil.
“Setiap sub-munisi memiliki bahan peledak lebih kecil sehingga kemungkinan sebuah bangunan runtuh total jauh lebih kecil,” kata Govrin.
Meski begitu, penyebaran bom kecil dalam area luas justru meningkatkan risiko bagi manusia karena jangkauan kerusakannya lebih besar.
Tel Aviv Catat Klaim Kerusakan Terbanyak
Hingga saat ini, jumlah klaim kerusakan terbanyak dilaporkan di Tel Aviv dengan 4.609 klaim.
Wilayah lain yang juga mencatat jumlah klaim tinggi antara lain:
- Ashkelon (termasuk wilayah Beit Shemesh dan Beersheva): 3.664 klaim
- Jerusalem: 181 klaim
- Acre: 494 klaim
- Tiberias: 167 klaim
Otoritas Israel menyebutkan bahwa proses penilaian kerusakan masih terus berlangsung seiring bertambahnya laporan dari masyarakat. (Jpc)
Editor : Admin Metro Daily