TEHERAN, METRODAILY – Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Teheran memastikan kondisi ratusan Warga Negara Indonesia (WNI) di Iran terus dipantau di tengah eskalasi serangan militer Amerika Serikat dan Israel terhadap negara tersebut.
Serangan yang diklaim bertujuan melumpuhkan militer Iran dan menggulingkan pemerintahan itu dilaporkan menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei, beserta sejumlah pejabat tinggi lainnya.
Duta Besar Luar Biasa Indonesia untuk Iran dan Turkmenistan, Roy Soemirat, menegaskan fokus utama KBRI saat ini adalah memastikan keselamatan seluruh WNI.
“Konsentrasi KBRI Teheran saat ini adalah terus melakukan komunikasi dua arah dengan seluruh warga negara Indonesia yang ada di Iran, di seluruh kota,” ujar Roy dalam konferensi pers.
329 WNI Terdata di KBRI
Berdasarkan data resmi KBRI Teheran, sedikitnya 329 WNI telah melapor dan tercatat secara resmi.
“Tercatat paling tidak ada sekitar 329 warga negara Indonesia yang melapor diri dan tercatat secara resmi di KBRI Teheran,” jelasnya.
Roy menekankan, komunikasi intensif dilakukan untuk melakukan penilaian situasi (assessment) dan menentukan langkah perlindungan yang tepat.
Hingga Sabtu (28/2) pukul 14.30 waktu Iran, KBRI menerima laporan dari berbagai simpul komunitas WNI di sejumlah kota. Seluruhnya menyampaikan belum merasakan ancaman langsung.
“Namun demikian tentu saja KBRI tetap menghimbau agar para WNI mengambil langkah-langkah yang diperlukan guna melakukan pengamanan terhadap diri dan keluarganya masing-masing,” katanya.
Koordinasi dengan Kementerian Luar Negeri
KBRI Teheran juga terus melakukan penilaian situasi keamanan dengan berkoordinasi bersama Kementerian Luar Negeri di Jakarta.
“Assessment mengenai keamanan di Iran akan tetap dilakukan KBRI Teheran dan berkoordinasi dengan kantor Kementerian Luar Negeri di Jakarta,” ujar Roy.
Serangan terbaru diluncurkan Amerika Serikat bersama Israel dalam operasi bertajuk “Epic Fury” oleh Washington dan “Lion’s Roar” oleh Israel.
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menyebut operasi tersebut sebagai “major combat operations” dan mengumumkan kematian Ali Khamenei.
Televisi pemerintah Iran kemudian mengonfirmasi kematian pemimpin berusia 86 tahun yang berkuasa sejak 1989 itu dan menetapkan masa berkabung nasional selama 40 hari.
Iran dilaporkan membalas dengan meluncurkan serangan ke sejumlah wilayah di Timur Tengah. Palang Merah Iran menyebut lebih dari 200 orang tewas dan lebih dari 700 lainnya terluka, dengan sedikitnya 24 dari 31 provinsi terdampak.
Di tengah eskalasi tersebut, KBRI Teheran menegaskan akan terus memantau perkembangan situasi dan memastikan keselamatan seluruh WNI di Iran. (Kdc)
Editor : Editor Satu