JAKARTA, METRODAILY – Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengklaim Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, tewas dalam gelombang serangan udara gabungan Amerika Serikat dan Israel di Teheran.
Pernyataan itu disampaikan Trump melalui platform Truth Social. Ia menyebut Khamenei sebagai “salah satu orang paling jahat dalam sejarah” dan menyatakan kematiannya sebagai bentuk “keadilan” bagi rakyat Iran dan warga Amerika.
“Khamenei... telah mati,” tulis Trump. Ia juga menegaskan bahwa pemboman akan terus berlanjut sepanjang pekan ini atau hingga tujuan tercapai.
Namun hingga kini, otoritas Iran belum mengonfirmasi kematian Khamenei. Sejumlah pejabat Iran justru menyebut kabar tersebut sebagai propaganda psikologis.
Serangan Meluas, Puluhan Pejabat Iran Dilaporkan Tewas
Menurut laporan media mitra BBC, sekitar 40 pejabat Iran disebut tewas dalam serangan tersebut. Di antaranya diklaim termasuk komandan Garda Revolusi Iran (IRGC) dan menteri pertahanan.
Militer Israel, melalui Israel Defense Forces (IDF), menyatakan telah menyelesaikan gelombang serangan tambahan yang menargetkan sistem rudal balistik dan pertahanan udara Iran di wilayah barat dan tengah negara itu.
IDF juga mengklaim menggagalkan puluhan peluncuran rudal yang diarahkan ke Israel.
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu sebelumnya menyebut ada “tanda-tanda k
uat” bahwa Khamenei telah “lenyap”, meski tidak secara eksplisit menyatakan tewas.
Iran Balas Serangan, Targetkan Pangkalan Sekutu AS
Sebagai respons, Iran meluncurkan serangan balasan ke sejumlah wilayah di Timur Tengah. Ledakan dan serangan drone dilaporkan terjadi di Dubai, Doha, Bahrain, dan Kuwait—negara-negara yang memiliki pangkalan militer AS atau bersekutu dengan Washington.
Baca Juga: Ronaldo Gagal Penalti, Al Nassr Tetap Menang 3-1 atas Al Feiha
Pemerintah Uni Emirat Arab mengutuk serangan Iran dan menyebutnya sebagai pelanggaran kedaulatan. Kementerian pertahanan UEA mengklaim berhasil mencegat ratusan rudal balistik dan drone.
Bulan Sabit Merah Iran melaporkan lebih dari 200 orang tewas di seluruh negeri akibat rangkaian serangan.
Media Iran menyebut sedikitnya 85 orang, termasuk puluhan anak-anak, tewas ketika sebuah sekolah perempuan di wilayah selatan terkena serangan udara.
Duta Besar Iran untuk PBB, Amir Saeid Iravani, menyebut serangan tersebut sebagai “kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan” dalam sidang darurat Dewan Keamanan PBB.
AS dan Israel belum mengonfirmasi serangan terhadap sekolah tersebut.
Situasi Politik Iran di Ujung Tanduk
Jika kematian Khamenei benar terjadi, peristiwa ini akan menjadi titik balik dalam sejarah Republik Islam Iran. Sesuai konstitusi, Dewan Ahli Iran memiliki kewenangan menunjuk pemimpin tertinggi baru.
Putra mahkota Iran yang hidup dalam pengasingan, Reza Pahlavi, menyambut kabar tersebut dan menyebutnya sebagai “awal perayaan nasional besar”.
Sementara itu, Trump menyatakan serangan ini sebagai “kesempatan terbesar bagi rakyat Iran untuk merebut kembali negaranya” dan mengisyaratkan kemungkinan perubahan rezim.
Namun sejumlah pertanyaan masih menggantung, termasuk siapa yang akan memimpin Iran jika struktur Republik Islam runtuh, serta potensi eskalasi konflik lebih luas di kawasan. (Bbc)
Editor : Editor Satu