JAKARTA, METRODAILY – Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) memastikan warga negara Indonesia (WNI) di Venezuela dalam keadaan aman setelah Amerika Serikat (AS) melakukan serangkaian serangan besar-besaran di Ibu Kota Caracas, Venezuela, Sabtu (3/1).
Juru Bicara Kemenlu, Vahd Nabyl Mulachela, mengimbau agar WNI tetap tenang, waspada, dan terus menjalin komunikasi dengan KBRI Caracas.
“Pemerintah lewat Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Caracas terus memantau perkembangan situasi pasca penyerangan dari AS,” kata Vahd, Minggu (4/1).
Baca Juga: Mendikdasmen: Realisasi Revitalisasi Sekolah di Sumut Baru 48,5 Persen
Ketegangan antara AS dan Venezuela memuncak ketika ledakan mengguncang Caracas dan sejumlah wilayah lain, dan Presiden Venezuela Nicolas Maduro beserta istrinya, Cilia Flores, disebut ditangkap oleh AS.
Presiden Donald Trump mengumumkan operasi tersebut melalui akun Truth Social, menyebut tindakan itu sebagai kolaborasi militer dan aparat penegak hukum AS.
Pemerintah Venezuela kemudian menetapkan status keadaan darurat nasional, menuding Amerika berusaha merebut sumber daya strategis seperti minyak dan mineral, serta mengancam kemerdekaan politik negara itu.
Baca Juga: Warga Humbahas Telantar Setahun di Siantar, Belakangan Tak Mau Makan
Pernyataan resmi pemerintah menyebut tindakan AS mengancam stabilitas kawasan Amerika Latin dan Karibia.
Kemenlu menegaskan bahwa WNI di Venezuela tetap aman, namun warga diimbau untuk tetap meningkatkan kewaspadaan hingga situasi benar-benar kondusif. (kdc)
Editor : Editor Satu