MEDAN, METRODAILY — Tim Culture Universitas Negeri Medan (Unimed) kembali menorehkan prestasi internasional.
Pada ajang Indonesia Malaysia Thailand Growth Triangle (IMT-GT) ke-24 yang digelar di Thaksin University, Thailand, 27–31 Oktober 2025, tim mahasiswa Prodi Pendidikan Tari tersebut berhasil meraih penghargaan The Best Performance.
Dalam ajang budaya bergengsi itu, Tim Culture Unimed menampilkan tarian “Manguma di Juma”, yang terinspirasi dari kehidupan masyarakat Simalungun.
Tarian ini menggambarkan aktivitas petani mulai dari mencangkul, menanam, hingga memanen, serta mencerminkan nilai gotong royong, kerja keras, dan rasa syukur.
Penampilan ini dibimbing oleh dosen Prodi Pendidikan Tari, Yusnizar Heniwatiy, M.Hum., Ph.D., dengan total 18 mahasiswa penari terpilih, di antaranya Habibi, Muhammad Zaki, M. Afrizal, Leo Anjuari Manalu, Salemin, Rados Prasanjaya Silalahi, Fadil Rafif Ramadhan, dan sejumlah nama lainnya.
Salah satu penari, Muhammad Zaki, mengatakan proses persiapan berlangsung panjang dan penuh seleksi ketat.
“Kami melalui seleksi gerak dasar di kampus. Hanya 18 penari yang terpilih. Latihan rutin dan kerja keras kami akhirnya terbayar dengan juara di IMT-GT,” ujarnya.
Dosen pembimbing Yusnizar Heniwatiy, Ph.D., menyampaikan rasa bangganya atas keberhasilan mahasiswa membawa pulang penghargaan internasional.
“Ajang ini menjadi kesempatan memperkenalkan budaya tradisional Sumut di kancah internasional. Semoga tim culture semakin kompak dan terus berprestasi,” katanya.
Sementara itu, Rektor Unimed Prof. Dr. Ir. Baharuddin, M.Pd menyampaikan ucapan selamat dan apresiasi atas capaian mahasiswa.
“Prestasi ini harus menjadi pemantik bagi seluruh mahasiswa Unimed agar terus belajar dan mengasah diri untuk meraih prestasi nasional maupun internasional,” tuturnya.
Prestasi ini menambah deretan pencapaian Unimed dalam memperkenalkan budaya Sumatra Utara ke tingkat global. (Rel/sya)
Editor : Editor Satu