WASHINGTON, METRODAILY – Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, membuat kejutan saat mengunjungi Gedung Putih pada Senin (7/7/2025) dengan menyampaikan bahwa dirinya telah menominasikan Presiden AS Donald Trump untuk Hadiah Nobel Perdamaian.
“Saya ingin menunjukkan kepada Anda, Tuan Presiden, surat yang saya kirimkan kepada Komite Nobel,” kata Netanyahu saat jamuan makan malam bersama Trump dan pejabat tinggi lainnya. “Beliau sedang menciptakan perdamaian saat ini juga.”
Trump pun menyambut hangat pernyataan Netanyahu. “Sangat berarti, apalagi datang langsung dari Anda,” balas Trump.
Baca Juga: Warga Samosir Keluhkan Air Keruh, Gubernur Bobby Janji Ganti Mesin Rusak
Langkah ini dilakukan saat keduanya mengklaim kemenangan diplomatik setelah perang 12 hari antara Israel dan Iran, yang diakhiri dengan peran mediasi langsung dari Trump.
AS disebut ikut serta dalam serangan militer terhadap fasilitas nuklir Iran, sebelum akhirnya mendorong gencatan senjata.
Dalam suratnya tertanggal 1 Juli, Netanyahu menyebut upaya Trump telah membawa perubahan dramatis dan menciptakan peluang baru untuk memperluas lingkaran perdamaian, merujuk pada keberhasilan Abraham Accords yang menormalisasi hubungan Israel dengan beberapa negara Arab pada masa jabatan pertama Trump.
Baca Juga: Curhat Soal Infrastruktur, Wabup Asahan Minta Tambahan Dana ke DPRD Sumut
Trump sendiri telah lama mengincar Nobel Perdamaian, dan sempat menyatakan kekecewaannya karena pendahulunya, Barack Obama, mendapatkan penghargaan tersebut pada 2009 — bahkan sebelum keputusan besar terkait Afghanistan diambil.
Dorong Gencatan Senjata di Gaza
Netanyahu juga menyatakan dukungannya terhadap proposal Trump untuk menghentikan pertempuran di Gaza selama 60 hari dan membebaskan sebagian sandera yang masih ditahan Hamas.
Kelompok itu dikabarkan telah memberikan respons positif dan bersedia melanjutkan negosiasi segera.
Baca Juga: Jemaah Haji Kloter 22 Tiba di Medan, 1 Wafat di Tanah Suci
“Kami yakin bisa mencapai perdamaian antara Israel dan seluruh Timur Tengah di bawah kepemimpinan Presiden Trump,” ucap Netanyahu.
Trump menambahkan bahwa pertemuan antara AS dan Iran akan segera digelar dalam waktu dekat, dan ia terbuka untuk mencabut sanksi jika Iran bersedia kembali ke meja perundingan.
“Saya ingin melihat Iran membangun kembali negaranya secara damai, bukan terus-menerus meneriakkan 'Maut untuk Amerika',” tegas Trump.
Namun, tekanan internasional terhadap Israel semakin meningkat, menyusul laporan bahwa lebih dari 56.000 warga Palestina tewas dalam kampanye militer di Gaza, menurut otoritas kesehatan setempat yang dikelola Hamas.
Baca Juga: TNI dan Pemkab Simalungun Bangun Jalan Wisata 6,5 Km di Pinggir Danau Toba
Badan-badan kemanusiaan pun memperingatkan bahwa 2 juta penduduk Gaza kini menghadapi ancaman kelaparan.
Hamas, yang dikategorikan sebagai organisasi teroris oleh AS dan Uni Eropa, masih menyandera sekitar 50 orang. Israel meyakini hanya 20 di antaranya yang masih hidup. (bloomberg)