Ekonomi Hukum dan Kriminal Medan Metropolitan Nasional Olahraga Showbiz Sumut Aceh Advertorial Feature Intermezzo Internasional Iptek Kolom Merdeka Belajar Nusantara Politik Seni dan Budaya Wisata

Trump Umumkan Israel Setuju Gencatan Senjata 60 Hari di Gaza

Editor Satu • Rabu, 2 Juli 2025 | 15:20 WIB
Presiden AS, Donald trump, dan perdana menteri Israle, Benyamin Netanyahu.
Presiden AS, Donald trump, dan perdana menteri Israle, Benyamin Netanyahu.

WASHINGTON, METRODAILY – Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan bahwa Israel telah menyetujui proposal gencatan senjata selama 60 hari di Jalur Gaza.

Ia mendesak Hamas untuk segera menerima kesepakatan tersebut, jika tidak ingin menghadapi kondisi yang lebih buruk.

Pengumuman ini disampaikan hanya beberapa hari jelang kunjungan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu ke Gedung Putih.

Pemerintah AS tengah berupaya mendorong terobosan besar untuk menghentikan perang, sekaligus mengamankan kesepakatan terkait sandera dan akses bantuan kemanusiaan.

Baca Juga: Hizbullah Nyaris Bangkrut Usai Perang Iran-Israel, Dana Bantuan Terhenti

"Israel telah menyetujui syarat-syarat penting untuk menyelesaikan GENCATAN SENJATA 60 hari," tulis Trump melalui media sosial, Selasa (1/7/2025). Ia menambahkan bahwa Qatar dan Mesir akan menyampaikan proposal akhir kepada Hamas.

"Saya berharap demi kebaikan Timur Tengah, Hamas menerima kesepakatan ini, karena tidak akan ada tawaran yang lebih baik—KEADAAN HANYA AKAN MEMBURUK," tegas Trump.

Kesepakatan gencatan senjata ini dibahas dalam pertemuan antara Menteri Urusan Strategis Israel Ron Dermer dengan Wakil Presiden AS JD Vance, Menteri Luar Negeri Marco Rubio, dan utusan khusus Steve Witkoff. Topik yang dibahas meliputi gencatan senjata, ketegangan regional, hingga isu Iran.

Baca Juga: Sinode Bolon Ke-46 Resmi Dibuka Ephorus GKPS

Di tengah upaya diplomasi, situasi kemanusiaan di Gaza terus memburuk. Lebih dari 150 lembaga bantuan internasional, termasuk Oxfam, Amnesty International, dan Save the Children, menuntut diakhirinya mekanisme distribusi bantuan yang didukung AS dan Israel.

Mereka menyebut sistem itu kacau dan mematikan, dengan laporan terbaru menyebutkan sedikitnya 10 warga Palestina tewas saat berebut makanan.

Sementara itu, serangan udara Israel di Khan Younis dilaporkan menewaskan sedikitnya 37 orang, menurut data Rumah Sakit Nasser. “Tenda, tenda—kenapa mereka menembakkan dua misil ke sini?” teriak Um Seif Abu Leda, yang kehilangan putranya dalam serangan tersebut.

Baca Juga: Iran Akui Situs Nuklir Fordow Lumpuh Total Usai Serangan Udara AS-Israel

Ketegangan juga meningkat di luar Gaza. Roket ditembakkan ke Israel dari Gaza dan Yaman, memicu peringatan keras dari Menteri Pertahanan Israel Israel Katz.

Ia menyatakan Yaman bisa menghadapi konsekuensi serius setelah Houthi menembakkan misil—serangan pertama sejak konflik 12 hari antara Israel dan Iran.

Netanyahu dalam rapat kabinetnya menegaskan bahwa kunjungannya ke Washington akan membahas isu perdagangan dan Iran. Trump sendiri disebut-sebut turut memediasi gencatan senjata sementara antara Israel dan Iran yang terjadi belum lama ini.

Kini semua mata tertuju ke Hamas: akankah mereka menerima kesepakatan dan membuka jalan damai, atau justru memilih eskalasi yang lebih mematikan? (libyanexpress)

Editor : Editor Satu
#Presiden Amerika Serikat Donald Trump #gencatan senjata #gaza