Iran Hujani Israel dengan Rudal, Gencatan Senjata Trump Hancur dalam Hitungan Jam
Editor Satu• Selasa, 24 Juni 2025 | 15:39 WIB
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, Pemimpin Iran Ayatollah Ali Khamenei, Presiden Donald J. Trump.
TEL AVIV, METRODAILY – Gencatan senjata yang diumumkan Presiden AS Donald Trump untuk mengakhiri “Perang 12 Hari” antara Israel dan Iran, resmi berantakan hanya dalam waktu satu jam.
Selasa (24/6/2025) pagi, Iran meluncurkan rudal balistik ke wilayah Israel, memicu kembali ketegangan panas di kawasan.
Pasukan Pertahanan Israel (IDF) melaporkan rentetan serangan rudal yang diluncurkan Iran berhasil dideteksi dan dicegat, tanpa korban jiwa. Namun, Menteri Pertahanan Israel Israel Katz langsung memerintahkan balasan keras.
“Kami akan menanggapi pelanggaran ini dengan serangan hebat ke jantung Teheran,” tegasnya.
Padahal, beberapa jam sebelumnya, Israel menyatakan menerima usulan gencatan senjata Trump karena merasa sudah “mencapai semua tujuan militernya” terhadap Iran. Teheran pun sempat memberi sinyal menyetujui rencana damai ini.
Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen dan Kanselir Jerman Friedrich Merz menyambut gembira gencatan senjata tersebut, menyebutnya “langkah penting memulihkan stabilitas”.
Namun kenyataannya, harapan dunia pupus seketika begitu rudal Iran meluncur, memicu gelombang baru serangan udara Israel ke sejumlah target di Iran.
Trump sebelumnya memperingatkan: “Tolong jangan melanggarnya!” saat mengumumkan gencatan senjata. Tapi kenyataan di lapangan berkata lain. Konflik yang dipicu Israel awal bulan ini untuk menghancurkan program nuklir Iran, kini makin membara.
Sebagai catatan, perang ini sempat menyeret AS langsung ke medan tempur. Pada Sabtu, AS menggempur tiga lokasi nuklir Iran, dan pada Senin, Iran membalas menyerang pangkalan udara AS di Qatar.
Apakah ini tanda perang akan makin meluas? Dunia menahan napas menanti langkah berikutnya. (net)