METRODAILY - Serangan udara Israel belum lama ini menghantam fasilitas nuklir utama Iran, termasuk Arak, Natanz, Esfahan, serta kantor badan keamanan dan infrastruktur militer .
Akibatnya, menurut kelompok HAM, setidaknya 639 tewas di Iran dan >1.200 luka-luka .
Iran memberlakukan pemutusan internet nasional sejak 17 Juni, penggunaan turun hingga 97%, dipicu oleh perang pemblokiran dan kontrol informasi .
Penutupan ini digunakan untuk meredam protes, mematikan oposisi, dan menanggapi serangan siber Israel .
Jumlah Rudal Iran Melemah
Iran meluncurkan ratusan rudal dan drone ke Israel, namun efektivitasnya menurun drastis karena tekanan tandingan dan serangan Israel ke pangkalan peluncuran .
Sebagian persenjataan jarak jauh Iran dihancurkan oleh Israel, estimasi hancur sekitar 35–40% stok rudal dan peluncur .
Ayatollah Khamenei dan parlemen Iran menolak seruan “penyerahan tanpa syarat” dari Trump, ancam siap perang jika AS terlibat .
Pimpinan Iran menyatakan perang ini bukan hanya menghadapi Israel, tapi juga potensi serangan AS, mendorong pertahanan serius dan pembatasan intern .
Rusia menyatakan kekhawatiran berlebih terhadap keamanan fasilitas nuklir Bushehr dan staf mereka.
Nobel laureate Narges Mohammadi serukan gencatan senjata segera, soroti penderitaan jutaan warga dan hancurnya infrastruktur .
Baca Juga: Israel Diguncang Serangan Iran, Puluhan Tewas dan Rumah Sakit Lumpuh Total
Krisis Domestik Iran: Ekonomi Tergerus
Inflasi pangan mendekati 35%–40% sejak Februari, harga bahan pokok melambung drastis .
Krisis bahan bakar masih akut sejak Desember, konsumsi melampaui suplai hingga 15–20% per hari .
Kekeringan menyelimuti 19 provinsi, cadangan air utama seperti Waduk Lar hanya tersisa ~1% di awal 2025 .
Aksi demo massal oleh pekerja, petani, serta profesi menuntut keadilan, meluas ke 155 kota dan memperparah ketidakstabilan .
Saat ini, kondisi Iran dilaporkan berada di tengah badai: tengah menghadapi perang udara, kerusakan ekonomi, dan kontrol brutal informasi.
Ancaman konflik semakin luas, internal terdalam diserang lewat protes, kekeringan, dan pemadaman digital. (bbs)
Editor : Editor Satu