Ekonomi Hukum dan Kriminal Medan Metropolitan Nasional Olahraga Showbiz Sumut Aceh Advertorial Feature Intermezzo Internasional Iptek Kolom Merdeka Belajar Nusantara Politik Seni dan Budaya Wisata

Iran Krisis, Serangan Udara Israel Hancurkan Infrastruktur, Internet Nasional Dimatikan

Editor Satu • Jumat, 20 Juni 2025 | 06:36 WIB
Asap terlihat pascaserangan rudal Israel ke Teheran, Iran.
Asap terlihat pascaserangan rudal Israel ke Teheran, Iran.

METRODAILY - Serangan udara Israel belum lama ini menghantam fasilitas nuklir utama Iran, termasuk Arak, Natanz, Esfahan, serta kantor badan keamanan dan infrastruktur militer .

Akibatnya, menurut kelompok HAM, setidaknya 639 tewas di Iran dan >1.200 luka-luka .

Iran memberlakukan pemutusan internet nasional sejak 17 Juni, penggunaan turun hingga 97%, dipicu oleh perang pemblokiran dan kontrol informasi .

Penutupan ini digunakan untuk meredam protes, mematikan oposisi, dan menanggapi serangan siber Israel .

Jumlah Rudal Iran Melemah

Iran meluncurkan ratusan rudal dan drone ke Israel, namun efektivitasnya menurun drastis karena tekanan tandingan dan serangan Israel ke pangkalan peluncuran .

Sebagian persenjataan jarak jauh Iran dihancurkan oleh Israel, estimasi hancur sekitar 35–40% stok rudal dan peluncur .

Ayatollah Khamenei dan parlemen Iran menolak seruan “penyerahan tanpa syarat” dari Trump, ancam siap perang jika AS terlibat .

Pimpinan Iran menyatakan perang ini bukan hanya menghadapi Israel, tapi juga potensi serangan AS, mendorong pertahanan serius dan pembatasan intern .

Rusia menyatakan kekhawatiran berlebih terhadap keamanan fasilitas nuklir Bushehr dan staf mereka.

Nobel laureate Narges Mohammadi serukan gencatan senjata segera, soroti penderitaan jutaan warga dan hancurnya infrastruktur .

Baca Juga: Israel Diguncang Serangan Iran, Puluhan Tewas dan Rumah Sakit Lumpuh Total

Krisis Domestik Iran: Ekonomi Tergerus

Inflasi pangan mendekati 35%–40% sejak Februari, harga bahan pokok melambung drastis .

Krisis bahan bakar masih akut sejak Desember, konsumsi melampaui suplai hingga 15–20% per hari .

Kekeringan menyelimuti 19 provinsi, cadangan air utama seperti Waduk Lar hanya tersisa ~1% di awal 2025 .

Aksi demo massal oleh pekerja, petani, serta profesi menuntut keadilan, meluas ke 155 kota dan memperparah ketidakstabilan .

Saat ini, kondisi Iran dilaporkan berada di tengah badai: tengah menghadapi perang udara, kerusakan ekonomi, dan kontrol brutal informasi.

Ancaman konflik semakin luas, internal terdalam diserang lewat protes, kekeringan, dan pemadaman digital. (bbs)

Editor : Editor Satu
#israel vs iran