TEL AVIV, METRODAILY — Ketegangan di Timur Tengah memuncak! Iran meluncurkan ratusan rudal dan drone ke wilayah Israel pada Rabu (19/6), sebagai balasan atas serangan Israel sebelumnya.
Serangan itu meluluhlantakkan sejumlah fasilitas militer dan sipil, menewaskan puluhan orang dan melukai ratusan lainnya.
Serangan Iran yang menyasar berbagai titik strategis—dari pusat kota hingga pangkalan militer—menyebabkan kerusakan masif dan kepanikan warga.
- Sedikitnya 24 orang tewas dan lebih dari 240 orang terluka, termasuk warga sipil.
- Serangan juga mengenai pusat perbelanjaan dan permukiman padat penduduk di Tel Aviv, Be’er Sheva, dan Ramat Gan.
Baca Juga: Prabowo Bertemu Putin, Buka Peluang Kerja Sama Bidang Pertanian dan Luar Angkasa
Rumah Sakit Utama Israel Kocar-kacir
Soroka Medical Center di Be’er Sheva, salah satu rumah sakit terbesar di Israel selatan, mengalami kerusakan berat.
- Lantai atas bangunan hancur, atap runtuh, jendela pecah, dan layanan medis lumpuh.
- Evakuasi besar-besaran dilakukan karena rusaknya sistem air, AC, dan oksigen.
- Terdapat laporan kebocoran bahan kimia dari laboratorium yang terdampak.
Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, menyebut Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Khamenei, sebagai “Hitler modern” dan menyatakan bahwa pembunuhan terhadapnya bisa jadi target strategis.
Perdana Menteri Benjamin Netanyahu pun geram dan berjanji Iran akan “membayar mahal”.
Baca Juga: Juventus Libas Al Ain 5-0 di Laga Perdana Piala Dunia Antarklub 2025
Israel Gempur Balik
Tak tinggal diam, Israel melancarkan serangan udara ke beberapa situs nuklir dan militer Iran seperti:
- Natanz, Isfahan, Arak, dan Bushehr
- Diperkirakan hingga 70% sistem rudal Iran hancur
Mantan Presiden AS Donald Trump mengatakan akan memutuskan dalam 1–2 minggu ke depan apakah AS akan ikut menyerang Iran.
Sementara itu, negara-negara G7 seperti Inggris dan China mendesak de-eskalasi dan solusi diplomatik.
Baca Juga: Debut Sempurna! Manchester City Bungkam Wydad AC 2-0 di Laga Perdana Piala Dunia Antarklub 2025
Publik AS sendiri cenderung menolak konfrontasi langsung.
Ribuan warga Iran dan Israel mulai mengungsi, bandara dan fasilitas publik ditutup.
Beberapa analis menyebut situasi kini berada di ambang perang skala besar di Timur Tengah.
Ringkasan Fakta Terkini
| Aspek | Detail |
|---|---|
| Korban di Israel | ±240 luka, 24 tewas |
| Sasaran Iran | Soroka Hospital, pemukiman Tel Aviv, fasilitas militer |
| Respons Israel | Ancaman bunuh Khamenei, serang situs nuklir |
| Sikap AS | Trump akan putuskan serang Iran dalam 2 minggu |
| Sikap Global | Seruan de-eskalasi, pembahasan diplomatik mendesak |
Apa yang Akan Terjadi Selanjutnya?
- Israel bersiap lakukan serangan lebih luas ke jaringan militer dan intelijen Iran.
- Ancaman pembunuhan terhadap Khamenei dikhawatirkan memicu reaksi keras Iran.
- Keputusan Trump akan sangat menentukan: bakal ada perang besar atau genjatan senjata?
Kondisi saat ini mengarah pada konflik global. Israel terpukul, Iran balik diserang, dan Amerika Serikat dihadapkan pada keputusan besar. (Net)
Editor : Editor Satu