METRODAILY – Usulan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, untuk mengambil alih kendali atas Jalur Gaza dan merelokasi penduduk Palestina ke negara-negara Arab tetangga menuai kecaman luas dari berbagai pihak di dunia.
Berbagai pemimpin global, organisasi internasional, dan kelompok hak asasi manusia mengecam gagasan tersebut sebagai pelanggaran hukum internasional dan ancaman terhadap stabilitas Timur Tengah.
Presiden China, Xi Jinping, menegaskan kembali dukungan negaranya terhadap solusi dua negara sebagai jalan keluar yang adil dan berkelanjutan bagi konflik Palestina-Israel. Xi menyerukan gencatan senjata segera di Gaza dan menolak upaya yang dapat memperburuk situasi di kawasan tersebut.
Sementara itu, Uni Eropa dalam pernyataan resminya menyebut usulan Trump sebagai "tidak dapat diterima" dan bertentangan dengan prinsip-prinsip hukum internasional.
Kepala Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa, Josep Borrell, menegaskan bahwa komunitas internasional harus tetap berkomitmen pada solusi dua negara dan bukan pada skenario yang berpotensi menciptakan ketidakstabilan baru.
Sekretaris Jenderal PBB, António Guterres, juga memberikan tanggapan keras terhadap gagasan tersebut. Ia menegaskan bahwa setiap upaya pemindahan paksa penduduk Palestina melanggar hukum internasional dan dapat dikategorikan sebagai pembersihan etnis. "Gaza adalah bagian dari wilayah Palestina, dan rakyat Palestina memiliki hak untuk tetap tinggal di tanah mereka," ujar Guterres.
Dari dunia Arab, pemerintah Mesir dan Yordania termasuk di antara negara-negara yang menolak keras usulan Trump. Menteri Luar Negeri Mesir, Sameh Shoukry, menyatakan bahwa ide tersebut dapat memicu ketegangan yang lebih besar di kawasan dan melanggar hak-hak rakyat Palestina.
Sementara itu, Raja Abdullah II dari Yordania menegaskan bahwa negaranya tidak akan menerima upaya apa pun untuk memindahkan warga Palestina dari tanah mereka.
Dari Amerika Serikat sendiri, sejumlah politisi, termasuk dari Partai Demokrat, menyuarakan ketidaksetujuan mereka terhadap gagasan tersebut. Senator Bernie Sanders menyebutnya sebagai "tidak manusiawi" dan mengingatkan bahwa kebijakan seperti itu hanya akan memperburuk konflik.
Di tengah gelombang kritik ini, Trump belum memberikan tanggapan lebih lanjut mengenai usulannya. Namun, analis politik menilai bahwa pernyataan tersebut kemungkinan besar ditujukan untuk menarik dukungan dari kelompok tertentu dalam politik domestik AS menjelang pemilihan presiden mendatang.
Seiring dengan meningkatnya ketegangan, dunia terus memantau situasi di Gaza, sementara tekanan terhadap pemerintah Israel dan komunitas internasional untuk mencapai solusi damai semakin meningkat. (net/ai)
Editor : Editor Satu