LOS ANGELES, METRODAILY – Tornado api kini menjadi ancaman tambahan bagi petugas pemadam kebakaran yang berjuang melawan kebakaran hutan ekstrem di California, AS.
Fenomena langka namun berbahaya ini terbentuk ketika kebakaran hutan menciptakan cuaca ekstremnya sendiri, menambah tantangan dalam penanganan bencana alam ini.
Badan Cuaca Nasional (National Weather Service) memperingatkan kondisi “sangat berbahaya” pada Selasa (14/1) akibat kombinasi angin kencang dan udara kering yang memicu risiko kebakaran baru di wilayah Los Angeles.
Meskipun tidak secara eksplisit menyebutkan tornado api, ahli meteorologi Todd Hall menyatakan bahwa kondisi tersebut memungkinkan fenomena itu terjadi.
Apa Itu Tornado Api?
Tornado api, atau sering disebut pusaran api, terbentuk ketika udara panas yang naik dari kebakaran menciptakan kolom udara berputar yang membawa api, asap, dan puing ke udara.
Leila Carvalho, profesor meteorologi dari University of California, Santa Barbara, menjelaskan bahwa fenomena ini terjadi karena gesekan angin kuat dan tekanan rendah lokal yang dipicu oleh kebakaran hutan.
Berbeda dari pusaran api biasa, tornado api yang lebih besar dapat memunculkan awan masif yang bahkan menghasilkan petir. Fenomena ini menambah kompleksitas dalam penanganan kebakaran hutan karena jalurnya yang tidak terduga dan efek destruktifnya yang mirip tornado.
Tornado api dapat memperkuat kebakaran dengan menyedot udara dan menciptakan lintasan kehancuran di mana pun ia bergerak.
Pada 2018, tornado api sebesar tiga lapangan sepak bola muncul dalam kebakaran hutan di Redding, California Utara, menewaskan seorang petugas pemadam kebakaran. Fenomena ini menciptakan awan setinggi 11 kilometer dan angin dengan kecepatan hingga 230 km/jam.
James Urban, asisten profesor di Worcester Polytechnic Institute, menyoroti bahwa tornado api juga dapat membawa bara api hingga jarak yang jauh, memperluas area kebakaran secara signifikan.
"Fenomena ini sangat berbahaya, terutama bagi petugas pemadam kebakaran yang berada di garis depan," katanya.
Interaksi antara angin, gumpalan api, dan topografi menjadi faktor utama terbentuknya tornado api. Penelitian di Worcester Polytechnic Institute dan San José State University telah menciptakan tornado api skala kecil di laboratorium untuk memahami fenomena ini.
Namun, para ilmuwan mengakui bahwa skala laboratorium tidak dapat sepenuhnya mereplikasi kekuatan dan kompleksitas tornado api dalam kebakaran hutan nyata.
“Laboratorium kami adalah yang terbesar di AS, tetapi tornado api seperti ini tidak dapat dibawa ke dalam laboratorium,” ujar Urban.
Dengan peringatan kondisi ekstrem yang masih berlaku, petugas pemadam kebakaran di California menghadapi tantangan besar dalam mengatasi ancaman kebakaran hutan, termasuk kemungkinan munculnya tornado api.
Fenomena ini menjadi pengingat bahwa perubahan iklim dan kondisi cuaca ekstrem semakin memperumit upaya mitigasi bencana di masa depan. (Net)
Editor : Editor Satu