WASHINGTON, METRODAILY - Mantan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, kembali memicu perdebatan setelah pernyataan kontroversialnya yang menegaskan bahwa hanya ada dua jenis kelamin, yaitu laki-laki dan perempuan.
Pernyataan tersebut disampaikan dalam sebuah pidato di acara kampanye yang berlangsung pada akhir pekan lalu.
Trump menyatakan bahwa jika ia terpilih kembali sebagai Presiden pada Pemilu 2024, ia akan menerapkan kebijakan yang lebih ketat terkait isu gender, termasuk melarang perawatan kesehatan berbasis transgender untuk anak-anak dan membatasi partisipasi atlet transgender di olahraga perempuan.
“Kami akan mengembalikan akal sehat. Hanya ada dua jenis kelamin, laki-laki dan perempuan, dan itu tidak akan pernah berubah,” kata Trump di hadapan para pendukungnya.
Pernyataan ini menuai reaksi keras dari komunitas LGBTQ+ dan para aktivis hak asasi manusia. Kelompok advokasi, seperti Human Rights Campaign, mengecam Trump atas apa yang mereka sebut sebagai serangan langsung terhadap hak-hak individu transgender.
“Retorika seperti ini tidak hanya keliru secara ilmiah, tetapi juga berbahaya. Kebijakan seperti yang dia usulkan akan mengancam keselamatan dan kesejahteraan komunitas transgender, terutama anak-anak,” ujar Kelley Robinson, Presiden Human Rights Campaign.
Sebaliknya, kelompok konservatif memuji sikap Trump, menyebutnya sebagai langkah penting untuk mempertahankan nilai-nilai tradisional.
Pernyataan ini juga menjadi bagian dari strategi politik Trump yang terus memperkuat basis dukungan konservatifnya menjelang Pemilu 2024.
Meski demikian, isu ini diperkirakan akan memicu perdebatan yang lebih luas di masyarakat Amerika Serikat yang semakin terpecah terkait hak-hak LGBTQ+.
Seiring meningkatnya tensi politik, para pengamat menilai bahwa isu ini bisa menjadi salah satu topik utama dalam kampanye Pemilu mendatang, dengan dampak besar terhadap pemilih dari berbagai spektrum politik. (Net/ai)
Editor : Editor Satu