Ekonomi Hukum dan Kriminal Medan Metropolitan Nasional Olahraga Showbiz Sumut Aceh Advertorial Feature Intermezzo Internasional Iptek Kolom Merdeka Belajar Nusantara Politik Seni dan Budaya Wisata

Al Qaeda dan ISIS Disebut ‘Kiblat’ Teroris

Metro Daily • Kamis, 8 Juni 2023 | 11:17 WIB
Komjen Rycko Amelza Dahniel dilantik sebagai Kepala BNPT oleh Presiden Joko Widodo di Istana Negara, Senin (3/4/2023).
Komjen Rycko Amelza Dahniel dilantik sebagai Kepala BNPT oleh Presiden Joko Widodo di Istana Negara, Senin (3/4/2023).
JAKARTA, METRODAILY - Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Rycko Amelza mengungkapkan ada dua kelompok teroris yang menjadi ‘kiblat’ para teroris di muka bumi, yakni Al Qaeda serta Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS).

"Saya perlu laporkan, di dunia saat ini ada dua kutub besar kelompok terorisme yang menjadi kiblat teroris di planet bumi ini," kata Rycko dalam rapat dengan Komisi III DPR, Rabu (7/6/2023).

Rycko menyampaikan, kelompok teroris yang berkiblat pada Al Qaeda umumnya lebih sering menyerang simbol-simbol Barat, seperti serangan bom yang terjadi di Bali pada dekade 2000-an lalu. Di Indonesia, kelompok ini beraktivitas menggunakan nama Jemaah Islamiyah yang telah bermetamorfosis ke beberapa kelompok.

Sementara itu, kelompok teroris yang berkiblat pada ISIS umumnya menjadikan aparat negara, seperti TNI dan Polri, serta tempat-tempat ibadah sebagai target mereka. Jamaah Ansharut Daulah dan Mujahidin Indonesia Timur, kata Rycko, adalah kelompok teroris yang berkiblat ke ISIS.

Rycko pun menyampaikan jaringan dua kelompok teroris tersebut di Indonesia semakin besar, ditandai dengan semakin gencarnya penindakan yang dilakukan oleh Detasemen Khusus 88 Antiteror.

"Ada kesan, ada anggapan, kelompok Jemaah Islamiyah ini sudah tidak ada lagi, sebenarnya mereka sedang melakukan konsolidasi, pola rekrutmen, meningkatkan kemampuan dan menggalang dana," kata dia.

Rycko menyebutkan, hal itu terbukti dari penangkapan terduga teroris yang berafiliasi dengan kelompok ini di Jawa Timur dan Nusa Tenggara Barat dalam beberapa waktu terakhir.

"Ini menunjukkan jaringan itu terus melakukan konsolidasi, mempersiapkan, dan apabila mereka sudah siap, sumber daya sudah cukup, mereka akan melakukan tindakan," kata Rycko.

Rycko menuturkan, kelompok yang berkiblat ke ISIS nyatanya juga terus berkembang meski terkesan tidak besar karena tidak menyerang simbol-simbol negara barat. Malahan, menurut Rycko, masyarakat dari negara barat justru sudah dimanfaatkan untuk gabung dalam kelompok teroris yang berkiblat kepada ISIS.

"Jika kita tidak hati-hati menangani kasus seperti ini, jaringan teroris ini bisa digunakan untuk kepentingan barat agar tidak menyerang kepada simbol-simbol barat," ujar dia. (kdc) Editor : Metro Daily
#Kiblat Teroris #isis #al qaeda