Ia mengungkapkan, menciptakan lagu untuk acara-acara besar memang sudah menjadi cita-citanya sejak kecil. Namun kesibukan sehari-hari membuatnya tak kunjung menciptakan lagu tersebut.
"Kebetulan sejak pandemi, saya punya banyak waktu luang. Saya jadi teringat cita-cita saya waktu kecil itu," ujar Isnaeni, Rabu (4/8).
Isnaeni mengatakan, lagu tersebut ia ciptakan sebagai pengingat kemampuan luar biasa manusia. Kemanusiaan, kata Isnaeni, menjadi pesan inti dari lagu yang juga memuat lirik berbahasa Jepang tersebut.
Pasalnya, Isnaeni ingin mengingatkan lewat lagu tersebut bahwa kemanusiaan harus menjiwai semua prestasi manusia. Menurutnya, hal itu haruslah menjadi tujuan utama setiap inovasi dan prestasi yang dibuat manusia.
"Manusia itu hebat sekali. Ada Covid-19 kita punya vaksin. Ada masalah polusi, kita buat mobil listrik. Saya pengin itu tidak hanya untuk keuntungan semata, melainkan harus dikembalikan untuk kesejahteraan masyarakat," katanya.
"Take to the Sky dimaksudkan untuk menyatukan orang-orang, untuk berbagi mimpi dan fokus kepada cinta dan kasih sayang sebagai dasar dari perbuatan kita," ujarnya menambahkan.
Terkait komposisi lagunya, Isnaeni mengungkapkan, ia sengaja mengawali lagu dengan suasana hening. Memasuki pertengahan lagu, kata Isnaeni, barulah dihadirkan suasana menghentak lewat ketukan drum.
Komposisi itu menurut Isnaeni menyiratkan tema lagu yakni kemanusiaan. "Saya memang ingin mengangkat sesuatu yang besar," katanya.
"Saya harap, lagu ini bisa menginspirasi kita melakukan sesuatu untuk kemanusiaan dan sinarnya terlihat bahkan dari Mars," ujarnya mengakhiri. (net) Editor : Metro Daily