Empat anak telah bersiap-siap untuk berlari menunggu aba-aba dari panitia.
“Satu, dua, tiga.. lariiiiii...,” teriak panitia yang memandu lomba, sembari membunyikan peluit.
Peserta lomba semuanya berlari kecuali Budi.
Panitia: Budi, kenapa kamu masih diam? Kenapa tidak ikut berlari?
Budi: Bapak tadi mengatakan satu, dua, tiga, lari... Nomor empat tidak disuruh lari, Pak. Saya nomor empat, Pak!.
Panitia: Bahhh...! (**) Editor : Metro Daily