Mendengar kabar tak mengenakkan hati itu, ia pun meminta anaknya untuk segera mengadakan pesta perpisahan.
Di tengah kawan-kawannya, si penderita kanker berkata: “Maaf teman-teman. Saya mengumpulkan kalian agar tahu bahwa saya tak lama lagi akan meninggal. AIDS telah merongrong tubuh Saya.”
Anaknya dengan heran bertanya: “Ayah, mengapa Ayah berbohong atas penyakit penyebab kematian Ayah?”
Ayahnya menjawab: “Sssst, aku tak mau salah seorang dari mereka menikah dengan ibumu yang cantik, setelah aku meninggal kelak.(**) Editor : Metro Daily