SAMOSIR, METRODAILY – Massa dari Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) bersama warga Kabupaten Samosir menggelar aksi unjuk rasa di depan Polres Samosir, Senin (16/3/2026).
Mereka mendesak aparat penegak hukum mengusut tuntas kematian Army Siregar yang terjadi di Lapas Pangururan.
Aksi yang berlangsung tertib itu juga meminta Kapolres Samosir Rina Sry Nirwana Tarigan untuk mengusut kembali kasus meninggalnya Sukat Soter Pintu Batu yang terjadi pada Oktober 2022 lalu.
Dalam aksi tersebut, massa membawa sejumlah spanduk dan poster berisi tuntutan agar kasus kematian Army Siregar di dalam lapas diungkap secara transparan agar tidak menimbulkan kecurigaan di tengah masyarakat.
Kapolres Samosir Rina Sry Nirwana Tarigan bersama para Pejabat Utama (PJU) Polres Samosir menerima massa aksi dan melakukan dialog secara langsung di depan pintu masuk Mapolres.
Kasat Reskrim Polres Samosir Edward Sidauruk menyampaikan bahwa proses hukum terhadap kasus tersebut telah dilakukan secara profesional.
“Kami menyampaikan terima kasih kepada adik-adik mahasiswa yang telah datang untuk saling mengingatkan,” ujarnya.
Minta Rekonstruksi Ulang
Sementara itu, orator aksi Frimus Nababan menyebut kematian Army Siregar menimbulkan banyak pertanyaan di tengah publik.
Ia menilai kasus tersebut harus diusut secara tuntas dan terbuka agar tidak menimbulkan keresahan di masyarakat.
Ia menegaskan agar penegakan hukum dilakukan tanpa pandang bulu terhadap siapa pun yang terlibat dalam dugaan penganiayaan hingga menyebabkan korban meninggal dunia.
“Kasus ini harus diusut tuntas. Jangan sampai ada pihak yang dilindungi. Kami meminta kepolisian mengungkap secara terang benderang apa yang sebenarnya terjadi di dalam Lapas Pangururan,” tegasnya.
Dalam tuntutannya, GMNI juga meminta agar dilakukan rekonstruksi ulang terhadap peristiwa kematian Army Siregar secara terbuka agar masyarakat dapat mengetahui secara jelas kronologi kejadian.
Menurut mereka, kematian seorang warga binaan di dalam lembaga pemasyarakatan merupakan persoalan serius yang harus ditangani secara transparan karena lapas berada di bawah pengawasan negara.
Massa juga menyerahkan pernyataan sikap kepada pihak Polres Samosir yang berisi tuntutan agar proses hukum terhadap kasus kematian Army Siregar berjalan objektif dan terbuka kepada publik.
GMNI menegaskan akan terus mengawal proses hukum kasus tersebut hingga seluruh fakta terungkap dan keadilan bagi korban dapat ditegakkan.
Mereka juga berencana kembali dalam dua minggu ke depan untuk mempertanyakan perkembangan penanganan kasus tersebut.
Usai menyampaikan aspirasi di Mapolres Samosir, massa kemudian bergerak menuju Lapas Pangururan untuk melanjutkan aksi. (Net)
Editor : Editor Satu