Ekonomi Hukum dan Kriminal Medan Metropolitan Nasional Olahraga Showbiz Sumut Aceh Advertorial Feature Intermezzo Internasional Iptek Kolom Merdeka Belajar Nusantara Politik Seni dan Budaya Wisata

Napi Tewas di Lapas Pangururan, Ibu Korban Desak Polres Samosir Transparan

Editor Satu • Rabu, 4 Maret 2026 | 11:20 WIB

Ibu Army Siregar minta Polres Samosir transparan ungkap kematian anaknya di Lapas Pangururan. Soroti larangan dokumentasi saat rekonstruksi.
Ibu Army Siregar minta Polres Samosir transparan ungkap kematian anaknya di Lapas Pangururan. Soroti larangan dokumentasi saat rekonstruksi.

SAMOSIR, METRODAILY – Ibu kandung Army Siregar, Elly Tanjung, mendesak kepolisian mengusut tuntas dan transparan kasus kematian anaknya yang terjadi di Lembaga Pemasyarakatan Kelas III Pangururan pada 6 Oktober 2025 lalu.

Permintaan tersebut disampaikan Elly kepada wartawan, Selasa (3/3/2026), melalui pesan WhatsApp dari Malaysia.

Dalam rekaman suara yang dikirim saat proses rekonstruksi berlangsung, ia mempertanyakan sikap aparat yang melarang wartawan mengambil foto dan video.

“Ada apa wartawan tidak diizinkan mengambil dokumentasi?” ucap Elly.

Menurutnya, keterbukaan informasi sangat penting agar publik mengetahui secara jelas perkembangan penyelidikan, mulai dari pemeriksaan saksi hingga penetapan tersangka.

Ia berharap tidak ada yang ditutup-tutupi dalam pengungkapan kasus yang menewaskan anaknya di dalam lembaga pemasyarakatan tersebut.

“Saya hanya ingin keadilan untuk anak saya. Tolong ungkap siapa pelakunya dengan terang-benderang dan transparan,” ujarnya dengan suara bergetar.

Diketahui, Army Siregar meninggal dunia saat berada di dalam lapas yang berada di bawah pengawasan petugas. Peristiwa tersebut mengejutkan keluarga dan masyarakat.

Rekonstruksi perkara yang digelar penyidik disebut berlangsung di area lapas.

Namun, sejumlah wartawan yang hadir tidak diperkenankan mengambil dokumentasi, sehingga memicu pertanyaan dari berbagai pihak, termasuk keluarga korban.

Elly menilai dokumentasi media seharusnya diperbolehkan sebagai bagian dari transparansi penanganan perkara.

Baca Juga: Hujan Sedang di Sumut, Waspada Banjir dan Longsor di Wilayah Pegunungan

Menurutnya, kehadiran dan dokumentasi pers dapat mencegah munculnya spekulasi liar di tengah masyarakat.

Hingga kini, keluarga mengaku masih menunggu kejelasan hasil penyelidikan secara rinci, termasuk motif dan pihak yang bertanggung jawab atas kematian Army.

Elly juga meminta Kapolres Samosir, Rina Sry Nirwana Tarigan, mendengarkan keluhan dan harapan keluarga korban.

“Ibu Kapolres tentu memahami perasaan seorang ibu yang kehilangan anak,” katanya.

Keluarga berharap komitmen transparansi dari aparat penegak hukum benar-benar diwujudkan demi keadilan bagi Army Siregar serta memberikan kepastian hukum dan ketenangan bagi keluarga yang ditinggalkan. (net)

Editor : Editor Satu