TAPTENG, METRODAILY – SMK Negeri 1 Badiri di Kecamatan Badiri, Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatera Utara, menjadi sasaran pencurian setelah dilanda banjir susulan.
Sejumlah fasilitas inventaris belajar-mengajar dilaporkan hilang dengan total kerugian mencapai Rp436.015.000.
Kasat Reskrim Polres Tapanuli Tengah, Dian Agustian Perdana, menjelaskan bahwa aksi pencurian terungkap saat pihak sekolah melakukan pengecekan bangunan pascabanjir pada Jumat (20/2/2026).
“Pintu-pintu besi teralis ruang praktik siswa telah jebol diduga dirusak secara paksa,” ujarnya, Sabtu (28/2/2026).
Puluhan Perangkat Elektronik dan Mesin Raib
Dari hasil pendataan, sejumlah barang inventaris yang hilang antara lain:
- 35 unit laptop dan Chromebook (merek HP dan Asus)
- 21 unit tablet Vava
- 9 unit mesin jahit industri merek Typical
- 4 unit AC
- 1 unit genset rakitan
- 6 unit infokus dan perangkat pemindai
Total kerugian materiil ditaksir mencapai Rp436 juta.
Pelaku Residivis Ditangkap
Pihak sekolah kemudian melaporkan kejadian tersebut ke Polres Tapanuli Tengah. Polisi melakukan penyelidikan dan mengidentifikasi seorang pria berinisial HS (36) sebagai pelaku.
HS ditangkap saat dalam pelarian di Padangsidimpuan.
“Tersangka kami tangkap di Jalan Padangsidimpuan, Kecamatan Pandan, pada Jumat malam (27/2/2026) tanpa perlawanan,” kata Dian.
Dari hasil pemeriksaan, pelaku diketahui merupakan residivis kasus serupa yang baru saja bebas dari penjara.
Tersangka dijerat Pasal 477 ayat (1) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP terkait pencurian dengan pemberatan. Polisi juga masih mendalami kemungkinan adanya pihak lain yang terlibat atau penadah barang hasil curian. (net)
Editor : Editor Satu