Ekonomi Hukum dan Kriminal Medan Metropolitan Nasional Olahraga Showbiz Sumut Aceh Advertorial Feature Intermezzo Internasional Iptek Kolom Merdeka Belajar Nusantara Politik Seni dan Budaya Wisata

Pria di Kisaran Serang Tetangga Pakai Gagang Cangkul, Satu Keluarga Luka

Editor Satu • Rabu, 25 Februari 2026 | 13:10 WIB
Cuplikan video memperlihatkan pelaku membawa gagang cangkul saat menyerang keluarga korban di Jalan Rivai, Kisaran.
Cuplikan video memperlihatkan pelaku membawa gagang cangkul saat menyerang keluarga korban di Jalan Rivai, Kisaran.

ASAHAN, METRODAILY – Seorang pria di Kabupaten Asahan, Sumatera Utara, nekat menyerang satu keluarga menggunakan gagang cangkul di Jalan Rivai, Kisaran.

Aksi tersebut terekam video ponsel korban dan viral di media sosial. Akibat kejadian itu, korban sekeluarga mengalami luka-luka.

Pelaku diketahui bernama Doli Jaharudin, yang merupakan tetangga korban. Ia diduga tersulut emosi karena merasa menjadi bahan pembicaraan keluarga tersebut.

Tanpa klarifikasi, pelaku mendatangi rumah korban sambil membawa gagang cangkul dan berusaha memaksa masuk.

Baca Juga: Safari Ramadan di Tanjung Tiram, Baharuddin Serahkan Santunan Anak Yatim

Dalam rekaman yang beredar pada Selasa (24/2/2026), pelaku berbaju merah terlihat mendatangi rumah korban dalam kondisi emosi.

Situasi memanas ketika korban yang mendapat kabar dari adiknya langsung pulang ke rumah. Setibanya di lokasi, korban justru menjadi sasaran amukan.

Diserang Dua Kali, Ibu Korban Retak Tulang

Korban mengalami luka di bagian kepala akibat pukulan benda tumpul. Penyerangan tidak berhenti di situ. Saat korban bersama orang tuanya hendak melaporkan kejadian tersebut ke polisi, pelaku kembali menghadang dan melakukan kekerasan.

Ibu korban turut menjadi sasaran. Ia dipukul menggunakan gagang cangkul hingga mengalami retak tulang di bagian tangan.

Baca Juga: Niat Lerai Pertengkaran, Pria di Kolang Tewas Dihantam Kayu dan Batu

Annisa Adriani, salah satu korban, mengaku tidak mengetahui alasan pasti pelaku melakukan penganiayaan tersebut. Ia membantah tudingan bahwa keluarganya membicarakan pelaku.

“Dia bilang kami menceritakan dia. Katanya ibunya menelepon dan bilang kami cerita tentang dia waktu dia di Malaysia. Padahal kami tidak merasa pernah membicarakan itu,” ujarnya.

Menurut keterangan keluarga, peristiwa terjadi pada Sabtu (21/2/2026). Konflik disebut bermula dari kesalahpahaman yang tidak pernah dikonfirmasi secara langsung. Pelaku datang dengan tuduhan sepihak dan langsung melakukan tindakan kekerasan.

Peristiwa tersebut menimbulkan trauma mendalam bagi keluarga korban. Kasus ini telah dilaporkan ke Polres Asahan untuk proses hukum lebih lanjut. (net)

Editor : Editor Satu
#Aniaya Tetangga