MADINA, METRODAILY – Mahasiswa yang tergabung dalam Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Cabang Mandailing Natal mendesak Kepolisian Resor Mandailing Natal segera menetapkan pria berinisial J sebagai tersangka dan melakukan penahanan terkait kasus tambang emas tanpa izin di Desa Huta Dangka, Kecamatan Kotanopan.
Ketua PMII Cabang Mandailing Natal, Abdul Rahman Hasibuan, mengatakan desakan tersebut menyusul pernyataan Kapolres Madina yang menyebut J sebagai calon tersangka dalam kasus tambang yang menewaskan seorang warga.
“Kami meminta dua alat bukti yang sudah disampaikan Kapolres segera ditindaklanjuti dengan penetapan tersangka,” kata Rahman, Minggu (15/2/2026).
Baca Juga: Kejar Target Mei 2026, Kementerian PU Percepat Sabo Dam Pengendali Banjir di Tapteng
Ia mengapresiasi langkah cepat Kapolres Madina Bagus Priandy dalam menangani perkara tersebut. Namun, PMII meminta proses hukum dilakukan secara tegas dan transparan.
Rahman juga mendesak agar terduga pelaku dikenakan pasal berlapis karena aktivitas tambang dilakukan tanpa izin dan menyebabkan korban jiwa.
“PMII terus mendorong Kapolres menegakkan hukum sesuai ketentuan yang berlaku dalam peristiwa ini,” ujarnya.
Sebelumnya, dalam temu pers di Aula Rupatama Tantya Sudhirajati Mapolres Madina, Jumat (13/2/2026), Kapolres menyatakan kasus tewasnya penambang di Muara Pungkut telah naik ke tahap penyidikan. Satreskrim disebut telah mengantongi identitas pemodal sekaligus pemilik lahan tambang berinisial J.
Baca Juga: Banjir dan Longsor Hantam Tapteng, Jalan Sibolga–Tarutung Lumpuh Total
Pernyataan tersebut diperkuat Kasat Reskrim Ikhwanudin yang menyebut J sebagai calon tersangka. Menurut Kapolres, dua alat bukti yang menjadi dasar peningkatan status perkara adalah aktivitas tambang tanpa izin dan adanya korban meninggal dunia.
Kapolres menegaskan pihaknya berkomitmen mengusut tuntas kasus tersebut dan akan menyampaikan perkembangan resmi pada awal Maret 2026.
Insiden tambang emas ilegal terjadi pada Sabtu (31/1/2026) sore di Desa Huta Dangka, Kotanopan. Dalam peristiwa itu, seorang warga setempat, Budi Hartono (49), meninggal dunia setelah tertimbun material tambang. (ant)