Ekonomi Hukum dan Kriminal Medan Metropolitan Nasional Olahraga Showbiz Sumut Aceh Advertorial Feature Intermezzo Internasional Iptek Kolom Merdeka Belajar Nusantara Politik Seni dan Budaya Wisata

Operasi Keselamatan Toba Catat 12.090 Penindakan, Pelanggaran Lalu Lintas Turun 57 Persen

Editor Satu • Jumat, 13 Februari 2026 | 14:20 WIB

Petugas kepolisian melakukan penindakan pelanggaran saat Operasi Keselamatan Toba 2026 di Sumatera Utara.
Petugas kepolisian melakukan penindakan pelanggaran saat Operasi Keselamatan Toba 2026 di Sumatera Utara.

MEDAN, METRODAILYKepolisian Daerah Sumatera Utara mencatat total 12.090 penindakan selama 11 hari pelaksanaan Operasi Keselamatan Toba 2026 yang dimulai sejak 2 Februari 2026.

Operasi ini menunjukkan tren penurunan pelanggaran lalu lintas hingga 57,3 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Berdasarkan data hari ke-11, Kamis (12/2/2026), jumlah penindakan pelanggaran tercatat 1.423 kasus, turun dari 3.329 kasus pada periode yang sama tahun 2025. Penurunan ini dinilai menjadi indikator meningkatnya kepatuhan masyarakat terhadap aturan lalu lintas.

Penindakan melalui sistem tilang elektronik atau Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) mencapai 334 kasus, meningkat signifikan dari 91 kasus pada tahun lalu.

Baca Juga: Cabuli 4 Siswi SD di Mandoge, Karyawan PTPN IV PalmCo Ditahan Polisi

Sebaliknya, penindakan non-ETLE turun tajam menjadi 74 kasus dari sebelumnya 975 kasus. Jumlah teguran kepada pelanggar juga menurun menjadi 983 dari 2.263 pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Selain itu, petugas menindak lima kendaraan pribadi yang digunakan sebagai angkutan umum ilegal serta 27 kendaraan over dimension dan over loading (ODOL) yang dinilai berisiko tinggi terhadap keselamatan pengguna jalan.

Secara kumulatif sejak hari pertama operasi, total 12.090 penindakan terdiri dari 2.026 tilang ETLE, 678 non-ETLE, 9.248 teguran, 22 penindakan travel ilegal, dan 116 penindakan kendaraan ODOL.

Baca Juga: Kejari Asahan Musnahkan Barang Bukti 59 Perkara Inkracht

Kabid Humas Kepolisian Daerah Sumatera Utara menyatakan capaian tersebut tidak terlepas dari intensifnya kegiatan edukasi, penyuluhan, serta kampanye keselamatan yang dibarengi kehadiran personel di titik rawan pelanggaran dan kecelakaan.

“Operasi ini tidak semata soal penindakan, tetapi membangun kesadaran kolektif masyarakat. Penurunan pelanggaran lebih dari 57 persen menunjukkan pendekatan humanis dan edukatif mulai membuahkan hasil,” ujarnya.

Ia menambahkan, peningkatan penggunaan ETLE merupakan bagian dari transformasi penegakan hukum yang lebih modern dan presisi.

Polisi juga mengajak masyarakat Sumatera Utara menjadikan keselamatan sebagai prioritas utama. Tertib berlalu lintas dinilai bukan hanya kewajiban hukum, tetapi kebutuhan untuk melindungi diri sendiri dan pengguna jalan lain.

Baca Juga: Terjang Tapteng, Air Deras Dipenuhi Material Kayu dan Tanggul Jebol

Dengan capaian hingga hari ke-11, Operasi Keselamatan Toba 2026 dinilai berjalan konstruktif melalui keseimbangan edukasi, pengawasan, dan penegakan hukum guna menciptakan lalu lintas yang aman, tertib, dan lancar di Sumatera Utara. (rel/sya)

Editor : Editor Satu
#pelanggaran lalu lintas #Operasi Keselamatan Toba 2026