ASAHAN, METRODAILY – Dipicu pertengkaran hebat, pria berinisial MA (29) di Asahan, tega menganiaya istrinya hingga tewas. Pelaku sempat berdalih istrinya NIP (20) jatuh dari sepeda motor.
"Awalnya pelaku tidak mengakui perbuatannya dan mengatakan korban meninggal karena terjatuh dari sepeda motor," kata Kasat Reskrim Polres Asahan, AKP Imanuel P. Simamora, Selasa (3/2/2026).
Polisi curiga setelah menemukan luka memar di tubuh korban. Setelah dilakukan pemeriksaan lebih lanjut, luka pada tubuh korban diketahui akibat penganiayaan.
"Petugas melihat adanya luka lecet dan memar pada tubuh korban. Selanjutnya korban dibawa ke RSUD Kisaran untuk dilakukan autopsi," ujarnya.
Berdasarkan hasil pemeriksaan dan keterangan saksi-saksi, MA pun akhirnya mengakui perbuatannya. Saat ini, pelaku ditahan di Polres Asahan. Polisi juga mengamankan sejumlah barang bukti untuk penyidikan lebih lanjut.
Atas perbuatannya, pelaku dijerat Pasal 458 ayat (1) dan ayat (2) subsider Pasal 466 ayat (3) Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 1 Tahun 2023 tentang tindak pidana pembunuhan dan/atau penganiayaan yang mengakibatkan kematian.
Peristiwa ini diketahui terjadi pada Senin (2/2/2026) di rumah mereka yang berada di Jalan Batu, Kelurahan Sidodadi, Kecamatan Kisaran Barat, Kabupaten Asahan.
Berdasarkan keterangan yang dihimpun penyidik, pasangan suami istri tersebut sebelumnya terlibat keributan rumah tangga di rumah mereka hingga berujung pada penganiayaan terhadap korban.
“Sementara keterangan pelaku, dia tidak terima dengan sikap istrinya karena pulang ke rumah orang tuanya tanpa izin pelaku. Di situ dia emosi dan menganiaya korban dengan cara memukul bagian perut hingga menendang,” kata AKP Immanuel P. Simamora.
Akibat beberapa kali mendapat pukulan dari suaminya, AIP sempat tidak sadarkan diri. Pelaku kemudian panik dan berusaha memberikan pertolongan kepada korban, termasuk memberikan napas buatan.
“Karena tak sadarkan diri, korban sudah muntah. Kemudian dibawa ke rumah sakit oleh pelaku menggunakan sepeda motor dan setibanya di rumah sakit korban dinyatakan meninggal dunia,” ujarnya.
Ayah korban, Zainal, mengungkapkan bahwa sebelum meninggal dunia, Nanda sempat pulang ke rumah keluarga di Tanjungbalai. Setelah itu, korban dijemput oleh suaminya, Ali, untuk kembali ke Kisaran.
“Anak saya memang sempat pulang ke Tanjungbalai. Setelah itu, Ali menelepon saya dan mengatakan bahwa rumah tangga mereka sudah tidak cocok dan berencana bercerai,”
“Meski begitu, dia masih ingin berbicara dengan anak kami,” ujar Zainal, Selasa (3/2/2026).
Zainal mengatakan, setelah komunikasi tersebut, Ali datang menjemput korban.
Keduanya sempat berbincang, namun kembali terlibat cekcok. Bahkan, Ali disebut datang bersama dua rekannya.
“Anak kami masuk ke kamar sambil menangis. Saya sempat bilang ke istri agar mereka jangan berkelahi lagi,” katanya.
Setelah dibujuk oleh ibunya, korban akhirnya ikut bersama suaminya kembali ke Kisaran. Namun, setelah itu pihak keluarga kehilangan kontak dengan korban.(dtk/trbn)
Editor : Metro-Esa