Ekonomi Hukum dan Kriminal Medan Metropolitan Nasional Olahraga Showbiz Sumut Aceh Advertorial Feature Intermezzo Internasional Iptek Kolom Merdeka Belajar Nusantara Politik Seni dan Budaya Wisata

Tambang Emas Longsor, 1 Petani di Kotanopan Tewas

Editor Satu • Selasa, 3 Februari 2026 | 14:30 WIB
Kolam bekas galian tambang emas tradisional di Desa Rantobi, Kecamatan Batang Natal, Mandailing Natal.
Kolam bekas galian tambang emas tradisional di Desa Rantobi, Kecamatan Batang Natal, Mandailing Natal.

MADINA, METRODAILY – Lokasi penambangan emas tanpa izin di Daerah Aliran Sungai (DAS) Batang Gadis, Desa Huta Dangka, Kecamatan Kotanopan, Kabupaten Mandailing Natal (Madina), mengalami longsor dan menewaskan satu orang serta melukai dua lainnya, Sabtu (31/1/2026) sore sekitar pukul 16.30 WIB.

Korban meninggal dunia diketahui bernama Hartono (40), seorang petani asal Desa Huta Dangka. Sementara dua korban lainnya, Masdi (50) dan Ahmad Sarif (28), juga petani dari desa yang sama, mengalami luka pada bagian kaki akibat tertimbun material longsoran tanah dan batuan.

Peristiwa tersebut terjadi di area penambangan emas tradisional yang berada di sekitar aliran sungai dan persawahan, dengan jarak cukup jauh dari permukiman warga. Lokasi itu diduga kerap digunakan masyarakat setempat untuk aktivitas penambangan emas secara tradisional.

Baca Juga: Kopi Tubruk Tapsel Mendunia, UMKM Medan Tampil di WEF Davos 2026

Berdasarkan keterangan saksi yang dihimpun kepolisian, ketiga korban bukan operator maupun pekerja mesin dompeng. Saat kejadian, aktivitas penambangan menggunakan mesin dompeng diketahui telah selesai dan mesin dalam kondisi tidak beroperasi, meski di lokasi terdapat dua unit mesin dompeng.

Namun secara tiba-tiba, tebing galian tambang mengalami longsor. Material tanah dan batuan runtuh ke area bawah dan menimpa para korban yang berada di sekitar galian.

Mendapat laporan kejadian tersebut, personel Polsek Kotanopan langsung bergerak ke tempat kejadian perkara (TKP) untuk melakukan penanganan awal.

Baca Juga: Pimpin Apel Gabungan ASN, Sekdakab Karo Tekankan KLA, Realisasi Anggaran, PAD, dan Aset Daerah

Dua korban luka dievakuasi bersama warga ke Puskesmas Kotanopan guna mendapatkan perawatan medis, sementara korban meninggal dunia dibawa ke rumah duka.

Sebagai bentuk empati, pihak Polsek Kotanopan juga mendatangi kediaman almarhum untuk menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban.

Melalui Kapolsek Kotanopan, Kapolres Mandailing Natal AKBP Bagus Priandy, SIK, MSi, menyampaikan bahwa kepolisian telah melakukan sejumlah langkah.

Di antaranya pengecekan TKP, evakuasi korban, pendataan dan pemeriksaan saksi-saksi, koordinasi dengan tenaga medis terkait keperluan visum et repertum (VER), serta pemasangan garis polisi (police line) di lokasi kejadian bersama tim Inafis Polres Madina.

Baca Juga: Kapolres Tanah Karo Tekankan Kinerja Sat Lantas, Strong Point Pagi Jadi Prioritas

“Hingga saat ini polisi masih melakukan penyelidikan untuk memastikan penyebab pasti longsor serta mendalami kemungkinan adanya unsur kelalaian yang berpotensi melanggar ketentuan hukum,” kata Kasi Humas Polres Madina Ipda Fahrul Simanjuntak, di Panyabungan, Senin (2/2/2026). (ant)

Editor : Editor Satu
#tambang emas ilegal di Madina #tambang emas longsor