Ekonomi Hukum dan Kriminal Medan Metropolitan Nasional Olahraga Showbiz Sumut Aceh Advertorial Feature Intermezzo Internasional Iptek Kolom Merdeka Belajar Nusantara Politik Seni dan Budaya Wisata

Pencurian Sawit di Asahan Marak, Warga Desak Pemkab Turun Tangan

Editor Satu • Selasa, 3 Februari 2026 | 12:40 WIB
Pencuri Tandan buah sawit di perkebunan diamankan aparat - Ilustrasi.
Pencuri Tandan buah sawit di perkebunan diamankan aparat - Ilustrasi.

ASAHAN, METRODAILY – Maraknya pencurian kelapa sawit di Kecamatan Bandar Pasir Mandoge (BP Mandoge), Kabupaten Asahan, membuat warga dan petani setempat mendesak Pemerintah Kabupaten Asahan untuk segera mengambil langkah tegas.

Kasus ini tidak hanya menimpa kebun rakyat, tetapi juga aset PTPN IV, dan dinilai meresahkan serta berdampak langsung terhadap perekonomian masyarakat.

Sejumlah petani dan pekerja perkebunan menyebut bahwa pencurian tandan buah segar (TBS) dan berondolan sawit terjadi terus-menerus, menandakan lemahnya pengawasan, terutama di jam-jam rawan.

Baca Juga: Pemko Sibolga Pastikan Listrik dan Internet Gratis untuk Kawasan Huntap Korban Bencana

Mereka meminta patroli terpadu dilakukan secara menyeluruh, melibatkan Polsek, Koramil, Forkopimcam, dan pemerintah desa, baik di kebun rakyat maupun perkebunan negara.

“Patroli harus intensif dan menyisir titik-titik rawan. Ini penting untuk menekan angka kriminalitas sekaligus memberi rasa aman bagi petani dan pekerja,” kata perwakilan petani BP Mandoge.

Masyarakat juga meminta Kejaksaan Negeri Asahan berperan aktif dalam mengawal kasus pencurian sawit yang menyangkut aset negara agar pelaku mendapat efek jera.

Robert Sitorus, tokoh masyarakat setempat, menekankan pentingnya kehadiran aparat secara langsung di lapangan untuk mencegah niat pelaku kejahatan dan mempererat hubungan dengan warga.

Baca Juga: Bupati Karo Apresiasi CSR Indomaret Salurkan Bantuan Nutrisi untuk 250 Keluarga

Selain itu, sosialisasi hukum melalui spanduk dan penyuluhan tentang pasal-pasal KUHP dianggap penting agar masyarakat memahami konsekuensi hukum pencurian dan tidak terlibat dalam rantai kejahatan sawit.

Dari pihak perusahaan, Manager PTPN IV BP Mandoge, Agusman, membenarkan adanya kasus pencurian, termasuk insiden penganiayaan karyawan yang mencoba mengamankan barang bukti.

Ia berharap pelaku dapat diproses sesuai hukum untuk menimbulkan efek jera, sekaligus memulihkan produktivitas perkebunan yang menurun akibat kasus pencurian.

Dengan meningkatnya keresahan warga, berbagai pihak berharap Pemkab Asahan segera mengambil langkah konkret dan terukur agar stabilitas keamanan di BP Mandoge dapat dipulihkan. (net)

Editor : Editor Satu
#Pencurian Sawit