HUMBAHAS, METRODAILY – Maraknya praktik perjudian, khususnya judi toto gelap (togel), serta menjamurnya kafe remang-remang di Kabupaten Humbang Hasundutan (Humbahas) mendapat sorotan serius dari Ephorus atau pimpinan tertinggi Gereja Huria Kristen Batak Protestan (HKBP).
Ephorus HKBP Dr Pdt Viktor Tinambunan MST menyerukan agar seluruh praktik perjudian dan hiburan malam yang merusak tatanan sosial segera diberantas dan ditutup.
Seruan itu disampaikannya kepada awak media melalui pesan WhatsApp, Rabu (28/1/2026).
Menurut Ephorus, perjudian dan kafe remang-remang merupakan alarm keras yang mengancam kesehatan moral, sosial, serta masa depan generasi muda di Humbahas.
“Memang tampak sepele, namun praktik ini dapat menjadi luka mendalam di kemudian hari. Luka yang menggerogoti keluarga dan melemahkan karakter masyarakat,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa judi togel dan praktik hiburan gelap bukanlah solusi atas kesulitan hidup, melainkan pintu masuk menuju kehancuran perlahan.
Banyak rumah tangga, kata dia, runtuh bukan karena kurangnya penghasilan, melainkan akibat kecanduan yang bermula dari hal-hal yang dianggap biasa.
“Kita perlu berani jujur pada diri sendiri. Menghindari hal-hal yang merusak diri, keluarga, dan masa depan anak-anak adalah bentuk kasih paling nyata kepada diri sendiri dan sesama,” katanya.
Ephorus pun meminta kepolisian dan pemerintah daerah hadir secara nyata dalam memberantas praktik perjudian dan menutup kafe remang-remang.
Ia menilai masyarakat menanti kehadiran negara bukan sekadar dalam bentuk aturan tertulis, tetapi melalui tindakan konkret.
“Pencegahan serius, edukasi publik, hingga penindakan tegas harus berjalan seiring. Humbang Hasundutan dikenal menjunjung tinggi adat, budaya, dan nilai kekeluargaan. Jangan biarkan ruang-ruang gelap merusak terang budaya yang diwariskan leluhur,” tegasnya.
Selain itu, ia mengajak gereja dan seluruh lembaga keagamaan agar terus menyuarakan penolakan terhadap perjudian dan hiburan malam melalui pembinaan iman, pendampingan keluarga, serta perhatian khusus kepada generasi muda.
Baca Juga: KPK Naikkan Batas Gratifikasi, Pejabat Wajib Lapor Hadiah di Atas Rp1,5 Juta
“Iman yang hidup tidak hanya berbicara di altar, tetapi hadir di tengah pergumulan nyata umat,” ucapnya.
Ephorus menekankan, pemberantasan perjudian dan kafe remang-remang merupakan tanggung jawab bersama antara masyarakat, pemerintah, dan lembaga keagamaan.
“Jika kita sungguh mencintai Humbang Hasundutan—tanah, adat, dan generasi penerusnya—sekaranglah waktunya bersatu. Terang harus lebih kuat daripada gelap,” pungkasnya.
Sebelumnya, Kapolres Humbang Hasundutan AKBP Adi Nugroho juga didesak untuk bertindak tegas memberantas perjudian togel di daerah tersebut.
Desakan itu disampaikan Ketua Jaringan Pendamping Kebijakan Pembangunan (JPKP) Humbahas, Tolopan Manullang, Minggu (18/1/2026).
Tolopan menilai segala bentuk perjudian bukan jalan menuju kesejahteraan, melainkan candu yang merusak kehidupan pribadi, keluarga, dan masyarakat luas.
Ia berharap Kapolres Humbahas menjalankan visi dan misi Polri secara konsisten, termasuk mengawasi jajarannya agar tidak ada oknum yang membekingi praktik perjudian.
“Jika terbukti ada oknum yang membekingi, harus ditindak tegas,” tegas Tolopan. (gam)
Editor : Editor Satu