Sempat Buron Dua Hari Usai Tikam Temannya di Warung Tuak
SIMALUNGUN, METRODAILY – Pelaku pembunuhan terhadap Sahrul Sidauruk (45), berinisial YT, ditemukan meninggal dunia dalam kondisi tergantung di sebuah gubuk di area perladangan, Minggu (25/1/2026) sore.
Polisi menduga YT mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri.
YT sebelumnya diketahui sebagai pelaku penikaman terhadap Sahrul Sidauruk di sebuah warung tuak yang berada di Nagori Parik Sabungan, Kecamatan Dolok Pardamean, Kabupaten Simalungun, Jumat (23/1/2026) sekitar pukul 22.00 WIB.
Usai melakukan penikaman, YT langsung melarikan diri dan menjadi buronan aparat kepolisian.
Selama dua hari, polisi bersama warga setempat melakukan pencarian intensif hingga akhirnya YT ditemukan sudah tidak bernyawa di dalam gubuk perladangan.
Kapolsek Dolok Pardamean, AKP Restuadi, membenarkan temuan tersebut.
“Benar, pelaku ditemukan meninggal dunia. Saat ini petugas sudah berada di lokasi untuk melakukan penanganan lebih lanjut,” ujarnya saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon.
Polisi langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) serta pendalaman untuk memastikan rangkaian peristiwa, termasuk motif pembunuhan dan kematian YT.
Sebelumnya, korban Sahrul Sidauruk dinyatakan meninggal dunia akibat luka tusuk di bagian dada yang menembus jantung. Pelaku penikaman diketahui merupakan teman korban.
Keluarga korban, Junerdi Malau, menjelaskan peristiwa berdarah itu bermula dari keributan di warung tuak. Keributan sempat dilerai pemilik warung, bahkan pelaku sempat diantar pulang.
“Informasi yang kami terima, pelaku sudah diantar pulang. Namun saat korban hendak pulang dan masih berada di atas sepeda motor, pelaku kembali datang dan langsung menikam korban,” ujar Junerdi di Ruang Forensik RSUD dr Djasamen Saragih, Pematangsiantar.
Tikaman menggunakan pisau belati tersebut mengenai dada korban hingga menembus jantung. Korban sempat dilarikan ke puskesmas dan dirujuk ke rumah sakit, namun meninggal dunia dalam perjalanan.
“Korban kemudian dibawa ke ruang forensik untuk dilakukan otopsi,” katanya.
Junerdi juga menyebutkan YT merupakan pendatang yang tinggal menumpang di rumah saudaranya di wilayah tersebut dan sehari-hari bekerja di ladang.
Sahrul Sidauruk meninggalkan dua orang putri yang masih duduk di bangku sekolah dasar. Pihak keluarga menyampaikan apresiasi kepada kepolisian atas penanganan cepat dan bantuan yang diberikan sejak kejadian berlangsung. (pra/han/smg)
Editor : Editor Satu