HUMBAHAS, METRODAILY – Maraknya perjudian togel di Kabupaten Humbang Hasundutan (Humbahas), Sumatera Utara, membuat masyarakat, terutama perempuan rumah tangga, menjerit. Kondisi ini berdampak langsung pada keuangan keluarga dan ketegangan rumah tangga.
Sejumlah warga, termasuk Boru Sinambela (38) dan Boru Manullang, menyampaikan keluhan mereka kepada wartawan pasca bencana. Mereka mengaku sering terlibat pertengkaran dengan suami karena uang belanja habis dipakai untuk membeli angka togel.
“Itulah yang kita lihat sekarang, amang. Sudah terang-terangan judi togel di Humbahas. Suami kami pun tidak takut membeli. Ini sering menjadi pertengkaran di rumah karena tidak ada lagi uang untuk keperluan dapur,” ujar Boru Sinambela.
Ia menambahkan, perjudian togel yang sempat meredup kini kembali marak dan dapat ditemukan di setiap warung. Boru Manullang menegaskan, aktivitas ini tidak lagi sembunyi-sembunyi, sehingga berdampak luas pada kehidupan sehari-hari masyarakat.
Dampak Ekonomi dan Sosial
Tokoh pemuda Sahat Sihite menyebut maraknya togel telah merusak sendi-sendi perekonomian masyarakat menengah ke bawah. Selain boros, ia menyoroti efek negatif lainnya, seperti kekerasan dalam rumah tangga, gangguan kesehatan, malas bekerja, dan pengaruh buruk pada mental anak muda.
“Rata-rata pembeli togel adalah orangtua dan anak sekolah. Ini jelas mengancam masa depan generasi muda,” ujar Sahat.
Kedua omak-omak dan tokoh pemuda berharap agar Kapolres Humbahas AKBP Adi Nugroho mengambil tindakan tegas menutup perjudian togel agar kerugian ekonomi dan sosial tidak terus berlanjut.
“Diharapkan aparat hukum serius menindak dan menutup jenis judi togel ini,” tegas Sahat.
Maraknya togel di Humbahas menegaskan, selain masalah hukum, judi juga berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat, keharmonisan keluarga, dan masa depan anak-anak. (gam)
Editor : Editor Satu