SIMALUNGUN, METRODAILY – Setelah dinyatakan hilang selama sekitar 41 jam, Rantoaman Saragih (40) akhirnya ditemukan dalam kondisi selamat di dalam jurang sedalam sekitar 20 meter di kawasan Bah Kulistik, Selasa (13/1/2026) sekitar pukul 18.00 WIB.
Warga Nagori Banjaran, Dusun Huta Bayu, Kecamatan Raya Kahean, Kabupaten Simalungun itu diketahui hilang sejak Senin (12/1/2026) sekitar pukul 01.00 WIB.
Rantoaman yang merupakan penyandang disabilitas sebelumnya tidak diketahui keberadaannya setelah meninggalkan rumah.
Informasi dihimpun, laporan kehilangan Rantoaman segera ditindaklanjuti dengan pencarian oleh keluarga, warga, serta pemerintah nagori.
Pencarian dilakukan sejak Senin pagi hingga malam hari dengan menyisir sejumlah titik dan jalur yang biasa dilalui korban.
Upaya pencarian kembali dilanjutkan pada Selasa (13/1) sejak pagi. Hingga akhirnya, sekitar pukul 18.00 WIB, korban ditemukan oleh pihak keluarga bersama warga Dusun Huta Bayu berada di dalam jurang di kawasan Bah Kulistik, berjarak sekitar 300 meter dari permukiman warga.
Diduga kuat, Rantoaman terpeleset dan terjatuh ke jurang saat melintas di lokasi tersebut. Proses evakuasi dilakukan secara manual oleh warga menggunakan peralatan seadanya.
Korban dievakuasi dengan cara ditandu menggunakan kain sarung dan bambu sebagai penopang untuk mengangkat tubuhnya keluar dari jurang.
Proses evakuasi berlangsung cukup sulit mengingat kondisi medan yang terjal.
Turut hadir dalam proses pencarian dan evakuasi, Pangulu Nagori Banjaran Siholman Purba, perangkat nagori, serta masyarakat setempat.
Mewakili pihak keluarga, Jamansen Saragih menyampaikan rasa syukur sekaligus mengucapkan terima kasih kepada seluruh warga yang terlibat dalam pencarian hingga korban berhasil ditemukan.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh warga yang telah membantu tanpa lelah sejak awal pencarian sampai korban ditemukan dalam keadaan selamat,” ujar Jamansen. (Net)
Editor : Editor Satu