Ekonomi Hukum dan Kriminal Medan Metropolitan Nasional Olahraga Showbiz Sumut Aceh Advertorial Feature Intermezzo Internasional Iptek Kolom Merdeka Belajar Nusantara Politik Seni dan Budaya Wisata

Alasan Pemberhentian Kades Ujung Batu Berubah: Jadi Dugaan Korupsi Dana Desa

Editor Satu • Rabu, 7 Januari 2026 | 12:20 WIB
Warga Desa Ujung Batu menyerahkan petisi kepada staf Kantor Camat Barus karena Camat Sanggam Panggabean tidak berada di tempat saat aksi berlangsung.
Warga Desa Ujung Batu menyerahkan petisi kepada staf Kantor Camat Barus karena Camat Sanggam Panggabean tidak berada di tempat saat aksi berlangsung.

TAPTENG, METRODAILY – Warga Desa Ujung Batu, Kecamatan Barus, Kabupaten Tapanuli Tengah, mengaku bingung atas keputusan Bupati Tapteng Masinton Pasaribu yang memberhentikan Mustafa Husni Tanjung dari jabatan Kepala Desa Ujung Batu.

Kebingungan muncul karena alasan pemberhentian dinilai berubah-ubah. Dalam surat keputusan Bupati, Mustafa Husni diberhentikan dengan alasan tidak aktif melaksanakan tugas pada masa tanggap darurat bencana alam.

Namun, setelah alasan tersebut dibantah langsung oleh warga, muncul alasan baru melalui pemberitaan yang beredar di media sosial Facebook, yang menyebut pemberhentian dilakukan karena adanya dugaan korupsi dana desa.

Baca Juga: Bela Kades, Warga Desa Ujung Batu Kembali Kepung Kantor Camat Barus

Perubahan alasan pemberhentian tersebut dinilai warga sebagai bentuk pembodohan terhadap masyarakat.

“Ini sudah pembodohan dan pembohongan. Alasannya berubah-ubah,” ujar Irwansyah Sidabutar, salah seorang warga yang ikut dalam aksi mendatangi Kantor Camat Barus, Senin (5/1/2026).

Menurut warga, Mustafa Husni dikenal sebagai sosok pemimpin yang dekat dengan masyarakat dan selalu hadir bersama warga sejak bencana melanda Desa Ujung Batu.

Bantuan Disebut Datang dari Donatur

Warga lainnya, Susiani Simanullang, menyebut penonaktifan Mustafa Husni sebagai bentuk ketidakadilan. Ia menegaskan, selama masa tanggap darurat, warga justru bertahan hidup dari bantuan para donatur, bukan dari pemerintah.

Baca Juga: Mediasi Gagal, Sidang Penyerobotan Lahan 7 Hektare Sawit oleh CPA/AEP Masih Buntu

“Dapur umum baru ada setelah satu bulan. Sebelumnya kami hidup dari bantuan pribadi. Bukan hanya rumah kami yang hancur, kepercayaan kami kepada pemerintah juga hancur,” katanya.

Menurut Susiani, situasi ini semakin memperburuk kepercayaan masyarakat terhadap Pemkab Tapteng di bawah kepemimpinan Masinton Pasaribu.

Kekecewaan warga bertambah saat ratusan masyarakat Ujung Batu mendatangi Kantor Camat Barus untuk menyampaikan aspirasi, namun Camat Barus Sanggam Panggabean tidak berada di tempat.

Kedatangan warga hanya diterima oleh seorang staf yang kemudian menerima petisi warga untuk disampaikan kepada camat.

Baca Juga: Wings Air Buka Rute Langsung Pekanbaru–Tapteng

Padahal sebelumnya, menurut warga, Camat Barus telah berjanji akan menerima langsung kedatangan masyarakat Ujung Batu. (ts)

Editor : Editor Satu
#Camat Barus #kades ujung batu #dugaan korupsi dana desa