Ekonomi Hukum dan Kriminal Medan Metropolitan Nasional Olahraga Showbiz Sumut Aceh Advertorial Feature Intermezzo Internasional Iptek Kolom Merdeka Belajar Nusantara Politik Seni dan Budaya Wisata

Bocah 7 Tahun Ditemukan Tewas Tertimbun Tanah Urukan di Siantar, Polisi Selidiki Proyek Perumahan

Editor Satu • Senin, 5 Januari 2026 | 11:20 WIB

Teks Foto Lokasi proyek perumahan di Kelurahan Tambun Timur, Kecamatan Siantar Martoba, tempat bocah 7 tahun ditemukan tewas tertimbun tanah urukan.
Teks Foto Lokasi proyek perumahan di Kelurahan Tambun Timur, Kecamatan Siantar Martoba, tempat bocah 7 tahun ditemukan tewas tertimbun tanah urukan.

SIANTAR, METRODAILY – Seorang bocah laki-laki berusia 7 tahun, Kenzo Alvaro, yang sebelumnya dilaporkan hilang, akhirnya ditemukan meninggal dunia dalam kondisi tertimbun tanah urukan di area proyek perumahan di Kelurahan Tambun Timur, Kecamatan Siantar Martoba, Kota Pematangsiantar, Kamis (1/1/2026) malam.

Korban sempat dilaporkan hilang oleh orang tuanya sejak Rabu (31/12/2025). Warga sekitar kemudian ikut melakukan pencarian hingga muncul kecurigaan terhadap area pertapakan perumahan yang sedang dalam proses pemerataan tanah.

Menurut keterangan warga, lokasi tersebut memang kerap dijadikan tempat bermain anak-anak, termasuk korban, sebelum proyek perumahan dikerjakan.

Baca Juga: Bupati Anton Rombak Birokrasi, 14 Pejabat Tinggi Pemkab Simalungun Resmi Dilantik

“Siangnya anak-anak main di situ. Dari tiga anak, dua pulang. Korban ini yang tidak pulang,” ujar seorang warga.

Karena korban tak kunjung ditemukan, keluarga bersama warga menyisir sejumlah lokasi, hingga akhirnya fokus pada gundukan tanah urukan di area perumahan tersebut.

Dengan pendampingan Polsek Siantar Martoba dan Camat Siantar Martoba, pencarian dilakukan menggunakan alat berat. Korban akhirnya ditemukan sekitar pukul 20.00 WIB dalam kondisi telungkup dan tertimbun tanah.

“Setelah dikeruk beberapa kali pakai alat berat, terlihat kepalanya. Warga langsung berteriak,” kata warga lainnya.

Baca Juga: Bupati Anton Pimpin Upacara HAB Kemenag di Simalungun, Tegaskan Pemerintahan Lebih Baik

Setelah dievakuasi, jenazah Kenzo sempat dibawa ke rumah sakit sebelum akhirnya dimakamkan oleh pihak keluarga.

Berdasarkan informasi dari warga, proses urukan tanah untuk kaplingan perumahan tersebut dikerjakan oleh pihak bernama Pringadi, menggunakan dua alat berat (beko dan buldoser) serta tiga unit dump truck. Warga menduga korban tertimbun tanah saat penuangan material dari dump truck, yang diduga dilakukan tanpa pengawasan memadai.

Kasat Reskrim Polres Pematangsiantar AKP Sandy Riz Akbar membenarkan pihaknya tengah melakukan penyelidikan terkait peristiwa tersebut.

“Kami masih melakukan penyelidikan, termasuk pemeriksaan alat bukti dan keterangan para saksi,” ujar Sandy, Jumat (2/1/2026).

Baca Juga: Pemkab Simalungun Resmi Angkat 820 PPPK Paruh Waktu

Informasi yang dihimpun menyebutkan, aktivitas urukan tanah tersebut telah berlangsung sekitar dua minggu. Selain menelan korban jiwa, warga juga mengeluhkan kerusakan saluran parit akibat proyek tersebut, yang menyebabkan aliran air hujan meluap ke badan jalan.

Salah seorang warga Tambun Nabolon, Raycand, menilai kejadian ini diduga akibat minimnya perhatian pengembang terhadap aspek keselamatan, terlebih lokasi proyek berada tidak jauh dari Sekolah Dasar (SD).

“Seharusnya ada pengamanan ekstra karena ini dekat sekolah dan permukiman,” ujarnya. (int)

Editor : Editor Satu
#Tewas Tertimbun