Ekonomi Hukum dan Kriminal Medan Metropolitan Nasional Olahraga Showbiz Sumut Aceh Advertorial Feature Intermezzo Internasional Iptek Kolom Merdeka Belajar Nusantara Politik Seni dan Budaya Wisata

Pemilik Swalayan di Tapteng Curhat Detik-detik Penjarahan: 3 Jam Terjebak di Kamar

Editor Satu • Senin, 1 Desember 2025 | 13:10 WIB

 

Kondisi Bina Pandan Swalayan di Tapanuli Tengah usai dijarah tengah malam. Pemilik dan keluarga terjebak tiga jam di kamar saat pelaku mendobrak pintu rumah.
Kondisi Bina Pandan Swalayan di Tapanuli Tengah usai dijarah tengah malam. Pemilik dan keluarga terjebak tiga jam di kamar saat pelaku mendobrak pintu rumah.

TAPANULI TENGAH, METRODAILY – Aksi penjarahan dan perampokan terjadi di Bina Pandan Swalayan, Tapanuli Tengah (Tapteng), Sabtu (29/11/2025) dini hari.

Pemilik swalayan, Jannes Maharaja, mengungkapkan dirinya bersama keluarga terjebak selama tiga jam di dalam kamar saat para pelaku menjebol pintu dan menggasak barang-barang toko hingga masuk ke area rumahnya.

Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 00.30 WIB, ketika sekelompok penjarah mulai berkumpul di depan swalayan.

Jannes yang tinggal bersama keluarga di lantai dua mencoba menenangkan massa dan meminta mereka bersabar karena pemerintah akan menyalurkan bantuan pangan. Namun imbauan tersebut tidak dihiraukan.

“Setelah 15 menit, mereka akhirnya menjebol pintu. Saya langsung berlari ke lantai dua dan bersembunyi di kamar bersama istri, dua anak saya yang berusia 17 dan 8 tahun, serta satu pekerja,” ujar Jannes.

Pelaku kemudian naik ke lantai dua dan memasuki area rumah. Mereka mengambil berbagai barang pribadi seperti satu laptop, dua tablet, jam tangan, sepatu, ponsel, sandal, dan barang berharga lainnya.

Sekitar pukul 02.30 WIB, para perampok kembali berusaha mendobrak pintu kamar tempat Jannes dan keluarganya bertahan. Ia dan istrinya menahan pintu sambil berteriak meminta para pelaku berhenti.

“Setelah 10 menit, mereka akhirnya pergi karena tidak berhasil masuk kamar. Mereka membawa barang-barang dan turun ke bawah,” katanya.

Para penjarah meninggalkan lokasi sekitar pukul 03.30 WIB. Kondisi swalayan sudah kosong, gelap, dan berantakan. Minyak dan air tumpah di lantai, sementara banyak sandal ditinggalkan para pelaku yang diduga sempat terjatuh akibat lantai licin.

Keluhkan Tidak Ada Respon Polisi

Jannes menyesalkan tidak adanya kehadaran polisi saat kejadian berlangsung, meski sehari sebelumnya ia sudah melaporkan potensi ancaman dan meminta perlindungan.

“Saya sangat menyesalkan tidak ada respon dari pihak kepolisian. Bahkan setelah kejadian pun belum ada tindakan dari Polres Tapanuli Tengah. Saya berharap laporan saya bisa diterima dan segera ditindaklanjuti,” ujarnya.

Hingga berita ini diturunkan, pihak kepolisian belum memberikan keterangan resmi terkait laporan dan keluhan dari korban. (Fb/mea)

Editor : Editor Satu
#penjarahan #Banjir tapteng #minimarket dijarah