Ekonomi Hukum dan Kriminal Medan Metropolitan Nasional Olahraga Showbiz Sumut Aceh Advertorial Feature Intermezzo Internasional Iptek Kolom Merdeka Belajar Nusantara Politik Seni dan Budaya Wisata

ABK Hilang Usai Perahu Karam di Batubara Ditemukan Tak Bernyawa 18 Mil dari Lokasi

Editor Satu • Kamis, 27 November 2025 | 11:30 WIB

Sea Reader Basarnas saat mengevakuasi jenazah ABK; operasi SAR resmi ditutup setelah korban ditemukan.
Sea Reader Basarnas saat mengevakuasi jenazah ABK; operasi SAR resmi ditutup setelah korban ditemukan.

BATUBARA, METRODAILY — Operasi pencarian Anak Buah Kapal (ABK) yang hilang setelah perahu jaring apung karam di Perairan Tanjung Tiram berakhir duka.

Muklis (60), satu-satunya ABK yang tidak ditemukan sejak Senin (24/11/2025), berhasil ditemukan tim SAR dalam kondisi meninggal dunia, Selasa (25/11/2025) pukul 09.15 WIB.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Medan, Hery Marantika, menjelaskan bahwa laporan hilangnya korban diterima pada Senin pagi dari BPBD Batubara.

Baca Juga: Oknum Polisi AHS Dituntut 9 Tahun Penjara Kasus Perdagangan 858 Kg Sisik Trenggiling

Menindaklanjuti laporan itu, Pos SAR Tanjung Balai Asahan langsung bergerak menuju lokasi kejadian dengan peralatan lengkap.

Berdasarkan keterangan keluarga dan saksi, Muklis bersama sembilan rekan ABK lainnya berangkat melaut menggunakan perahu kecil pada Minggu pagi. Saat berada di perairan Tanjung Tiram, cuaca tiba-tiba memburuk.

Gelombang tinggi menghantam perahu hingga terbalik, membuat para ABK terjun ke laut.

Sembilan ABK lain berhasil menyelamatkan diri, namun Muklis hilang terseret arus kuat.

Baca Juga: Siantar dan Danau Toba Masuk Daftar Puluhan Wilayah Waspada Cuaca Ekstrem

Upaya pencarian dilakukan sejak Senin oleh tim gabungan yang melibatkan Basarnas, Polairud, TNI, BPBD Batubara, nelayan setempat, dan masyarakat pesisir. Penyisiran dilakukan menggunakan perahu LCR Basarnas dan perahu nelayan hingga radius belasan mil laut.

Hingga akhirnya, pada Selasa pagi, tubuh Muklis ditemukan mengapung sekitar 18,25 nautical mile dari titik awal perahu terbalik. Jenazah langsung dievakuasi menggunakan Sea Reader Basarnas dan diserahkan kepada pihak keluarga.

Hery menyampaikan belasungkawa sekaligus apresiasi kepada seluruh unsur yang terlibat.

Baca Juga: Terminal Tanjung Pinggir Segera Beroperasi , Angkot Tak Boleh Lagi Menumpuk di Kota

“Terima kasih kepada seluruh unsur SAR gabungan dan para nelayan yang membantu sejak hari pertama. Cuaca perairan saat ini cukup ekstrem. Kami mengimbau nelayan untuk memperhatikan informasi cuaca sebelum melaut,” ujarnya.

Dengan ditemukannya korban, operasi SAR resmi ditutup dan seluruh personel dikembalikan ke satuan masing-masing. (net)

Editor : Editor Satu
#kapal karam #abk hilang