Ekonomi Hukum dan Kriminal Medan Metropolitan Nasional Olahraga Showbiz Sumut Aceh Advertorial Feature Intermezzo Internasional Iptek Kolom Merdeka Belajar Nusantara Politik Seni dan Budaya Wisata

Ketua GANN Bongkar Nama-nama Diduga Bandar, Minta Polres Labuhanbatu Bergerak

Editor Satu • Selasa, 25 November 2025 | 11:34 WIB
Bandar narkoba - Ilustrasi
Bandar narkoba - Ilustrasi

 

LABUHANBATU, METRODAILY — Kritik keras terhadap kinerja Satuan Reserse Narkoba Polres Labuhanbatu mencuat setelah Ketua Generasi Anti Narkoba Nasional (GANN) Kabupaten Labuhanbatu, Agus Kusdarwanto, lantang menyoroti lambannya pemberantasan peredaran narkoba di wilayah itu.
 
Ia bahkan membeberkan inisial nama-nama yang diduga bandar dan pengendali jaringan narkoba di pesisir Labuhanbatu.

“Satres Narkoba Polres Labuhanbatu harus gerak cepat, jangan beri ruang bagi bandar narkoba untuk berbisnis,” tegas Agus kepada wartawan, Minggu (23/11/2025) di Rantauprapat.

Baca Juga: Dua Remaja Tewas Seketika Akibat Tabrakan Maut di Jalinsum Simalungun

Agus menyebut pihaknya telah memonitor kuat berkembangnya rumor miring tentang dugaan kolusi antara oknum aparat penegak hukum (APH) dengan bandar narkoba. Rumor itu, katanya, muncul karena masyarakat menilai para bandar besar tetap bebas dan leluasa beroperasi.

“Kalau benar ada kolusi, ini aib. Masyarakat membicarakan adanya oknum APH yang membekingi bandar. Kalau benar, ini sangat memalukan,” ujarnya.

Rumor Kuat: Bandar Dilindungi Oknum?

Agus menjelaskan rumor keterlibatan oknum APH muncul karena lambannya penangkapan bandar besar di wilayah hukum Polres Labuhanbatu.

Baca Juga: Sabu dalam Botol Sampo Nyaris Diselundupkan Masuk Lapas Pematangsiantar

“Kita tidak bisa menyalahkan masyarakat jika muncul interpretasi seperti itu. Karena faktanya, yang besar-besar tidak tertangkap,” katanya.

Menurut Agus, peredaran narkoba kini bukan hanya terjadi di pusat kota, tetapi sudah kronis hingga pelosok pesisir seperti Kecamatan Panai Hilir, Panai Tengah, Panai Hulu, Bilah Hilir, dan Pangkatan.

Ia mencontohkan keresahan masyarakat pesisir yang sampai melakukan demonstrasi di Polsek Panai Hilir dan Panai Tengah. Meski ada aksi massa, Agus menilai bandar besar tetap tak tersentuh.

“Sudah demo, tapi bandarnya tak juga ditangkap,” tegasnya.

Baca Juga: PPPK Kembali ke Jalur Profesional, Tidak Ada Lagi Paruh Waktu

Ketika ditanya di mana letak kelemahan aparat sehingga begitu sulit menangkap bandar besar, Agus menilai persoalannya ada di internal.

“Kelemahan itu dari dalam. Lemah karena dilemahkan. Kalau rusak dari dalam, lebih sulit diperbaiki,” ujar Agus.

Ia menyebut beberapa faktor penyebab polisi sulit menangkap bandar besar, di antaranya:

  • Dugaan intervensi atasan kepada bawahan

  • Dugaan koordinasi gelap antara pemangku jabatan penting dan bandar

  • Oknum polisi yang punya relasi dengan bandar sehingga selalu terjadi ‘kebocoran’ saat akan dilakukan penangkapan

Beberkan Nama-Nama yang Diduga Bandar

Agus bahkan membeberkan inisial nama-nama yang diduga bandar besar di sejumlah kecamatan pesisir:

Panai Hilir

  • WW (bandar besar)

  • RB (Desa Sei Siarti)

  • IF (Desa Selat Beting)

  • MZ (Selat Beting, sudah tertangkap)

Panai Tengah & Panai Hulu

  • KJ (diduga bandar besar)

  • YG (Desa Meranti Paham, Panai Hulu)

Pangkatan

  • G dan T (diklaim sebagai pengendali jaringan)

Bilah Hilir

  • DY (Desa Sei Kaseh, sabu dan ekstasi)

    • Diduga memiliki beberapa “M Kios”, antara lain BRT, AM, dan SDG

    • Jaringan disebut merambah Sei Jawi-Jawi, PT Andalas, PT HSJ, dan fakter tuak di dua desa

“Ini dulu ditangkap baru kita bongkar yang lain. Hampir setiap desa ada bandarnya,” ujarnya.

Agus mengaku telah memerintahkan Ketua PAC GANN Bilah Hilir menyurati Kapolsek Bilah Hilir AKP Armen Faisal SH dan tembusan ke Kapolres Labuhanbatu agar ada tindakan tegas.

“Kita sudah kirim surat. Informasi dari tim, peredaran di sana sudah sangat meresahkan,” jelasnya.

Baca Juga: PGID Siantar Gelar Sidang Daerah, Wali Kota Dukung Penuh

Harapan GANN: Polres Harus Turun Serius

Agus menegaskan perlunya ketegasan Satres Narkoba dan jajaran Polsek. “Kanit Intel harus lebih aktif. Kalau ada yang tidak merah putih, demosi, bahkan pecat,” tegasnya.

Ia berharap aparat benar-benar turun tangan membersihkan wilayah Labuhanbatu dari peredaran narkoba yang disebutnya sudah masuk kategori darurat. (net)

Editor : Editor Satu
#polres labuhanbatu #bandar narkoba