PALUTA, METRODAILY – Muhammad Siregar (45), tukang sate keliling asal Desa Batu Nanggar, Batang Onang, Padang Lawas Utara (Paluta), menjadi korban pembegalan sadis hingga kritis.
Korban ditemukan warga dalam kondisi penuh luka sayatan dan tak sadarkan diri di Jalan Lintas Desa Pangirkiran, Kecamatan Hulu Sihapas, Sabtu (15/11/2025) menjelang Magrib.
Korban langsung dilarikan ke RSUD Gunungtua, sebelum akhirnya dirujuk ke RS Putri Hijau Medan untuk penanganan intensif. Informasi tersebut disampaikan Kasat Reskrim Polres Tapsel, AKP Hardiyanto, Minggu malam (16/11/2025).
Baca Juga: 75 Kuda Pacu Unjuk Kecepatan di Lapangan Pacuan Kuda Siborong-borong
“Informasi yang menyebut korban telah meninggal adalah tidak benar. Korban masih hidup dan kini dirujuk ke Medan untuk perawatan lanjutan. Kami mohon masyarakat bersabar menunggu perkembangan penyelidikan,” tegas AKP Hardiyanto.
Polres Tapsel masih mendalami motif kejadian yang diduga kuat merupakan aksi begal. “Tim masih bekerja untuk memastikan kronologi lengkap. Penyidik membutuhkan waktu agar proses berjalan objektif,” tambahnya.
Pihak RSUD Gunungtua turut mengonfirmasi kondisi kritis korban saat dirujuk. Direktur RSUD Gunungtua, dr Wanda Siregar, memastikan korban diberangkatkan dengan ambulans menuju Medan sore tadi.
Baca Juga: Industri AMDK Indonesia Kini Jawara ASEAN & Jadi Motor Ekonomi Baru
“Korban masih hidup. Sudah dirujuk menggunakan ambulans ke RS Putri Hijau Medan,” ujar dr Wanda, Minggu (16/11/2025) pukul 19.00 WIB.
Dokter RSUD Gunungtua lainnya, dr Abriyanti Batubara, menyebut korban berangkat sekitar pukul 14.30 WIB. “Baru saja kami hubungi sopir ambulans dan perawat. Pasien masih hidup dan sedang dalam perjalanan,” katanya.
Hingga kini polisi masih mengumpulkan bukti dan keterangan untuk mengungkap pelaku pembegalan. (net)
Editor : Editor Satu