SIBOLGA, METRODAILY – Penjaga warung kopi yang menjadi korban pelecehan seksual di Kota Sibolga, hingga kini masih trauma berat. Kejadian yang menimpa korban, seorang anak di bawah umur, terjadi pada Kamis (23/10/2025) lalu, dan membuat keluarga sangat mengkhawatirkan kondisi mentalnya.
H (41), ayah korban, menceritakan bahwa putrinya tidak berani kembali bekerja sejak peristiwa tersebut karena takut dan malu.
"Satu minggu sejak kejadian itu putri saya tidak mau pergi lagi ke tempatnya bekerja, karena dia sangat trauma atas perlakuan yang menimpanya," ujar H, Rabu (12/11/2025).
Keluarga juga merasa khawatir saat meninggalkan korban di rumah sendirian. H takut putrinya berpikiran hal-hal negatif akibat trauma, sehingga terus berusaha menenangkan dan mendampingi putrinya agar tetap tenang.
H menambahkan, kasus ini telah dilaporkan ke Polres Sibolga pada 25 Oktober 2025 dengan Laporan Polisi Nomor: LP/B/194/X/2025/SPKT/Polres Sibolga/Polda Sumatera Utara.
"Kami berharap peristiwa yang menimpa putri saya segera berproses hukum, dan pelaku segera mempertanggungjawabkan perbuatannya sesuai hukum yang berlaku," kata H.
Kasus ini menjadi sorotan publik karena menyangkut perlindungan anak dan penegakan hukum terhadap pelaku pelecehan seksual, sekaligus menegaskan pentingnya pendampingan psikologis bagi korban. (dh)
Editor : Editor Satu