TAPTENG, METRODAILY – Sebuah insiden penganiayaan terjadi di Kecamatan Badiri, Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng), Sabtu (8/11/2025) malam, setelah cekcok mulut antara dua remaja, Mawar (15) dan Melati (15).
Perkelahian ini diduga melibatkan saudara Melati, Bunga (18), serta seorang oknum guru, yang bukannya melerai, justru turut melakukan penganiayaan terhadap Mawar.
Korban Mawar menceritakan, saat adu mulut berlanjut ke perkelahian, rambutnya ditarik, kepala dan wajahnya dipukul hingga bibir robek dan mengeluarkan darah.
“Rambut ditarik, kepala dan muka dipukulin hingga bibir saya robek dan mengeluarkan darah,” ujar Mawar.
Baca Juga: Galian C Ilegal di Tapteng Diultimatum Hentikan Operasi Sebelum Ada Izin
Kejadian ini berlanjut hingga dilaporkan ke Polres Tapteng oleh orang tua korban, dibantu Ketua DPD HIMONI Tapteng, Abdul Rahman Gea, melalui Pengaduan Masyarakat (Dumas).
Menurut Abdul Rahman, korban telah divisum, dan ditemukan luka-luka serius: dua jahitan di bibir, lebam di pipi dan kepala, serta bekas cakaran di leher dan tangan.
“Korban telah divisum, bibir mendapat dua jahitan, pipi dan kepala lebam, leher dan tangan ada bekas cakaran,” jelas Abdul Rahman.
Abdul Rahman berharap pihak kepolisian segera mengusut kasus ini hingga tuntas dan para pelaku, termasuk oknum guru, segera diamankan.
Baca Juga: Tapteng Terancam Kolaps, Pemkab Hadapi Tantangan Fiskal Serius
“Semoga pelaku segera diamankan, apalagi ada dugaan oknum guru ikut terlibat, padahal seharusnya melerai perkelahian, bukan membantu penganiayaan,” harapnya.
Kasus ini menimbulkan keprihatinan masyarakat, terutama terkait keterlibatan tenaga pendidik yang seharusnya menjadi panutan dan menjaga keamanan siswa. (dh)