Ekonomi Hukum dan Kriminal Medan Metropolitan Nasional Olahraga Showbiz Sumut Aceh Advertorial Feature Intermezzo Internasional Iptek Kolom Merdeka Belajar Nusantara Politik Seni dan Budaya Wisata

2 Kali Toko Naomi Silalahi Dibobol Maling, Gasak 100 Tabung Gas

Editor Satu • Selasa, 28 Oktober 2025 | 11:10 WIB

 

Rekaman CCTV memperlihatkan aksi komplotan pencuri saat membobol gudang Toko Naomi Silalahi di Nagori Karang Rejo, Simalungun. Para pelaku menggunakan mobil Gran Max hitam.
Rekaman CCTV memperlihatkan aksi komplotan pencuri saat membobol gudang Toko Naomi Silalahi di Nagori Karang Rejo, Simalungun. Para pelaku menggunakan mobil Gran Max hitam.

SIMALUNGUN, METRODAILY – Aksi pencurian kembali meresahkan warga di wilayah hukum Polsek Bangun, Kabupaten Simalungun.

Setelah sempat tenang beberapa bulan, Toko Kelontong Naomi Silalahi di Nagori Karang Rejo, Kecamatan Gunung Maligas, kembali disatroni maling pada Jumat (24/10) dini hari.

Insiden ini bukan kali pertama terjadi. Toko Naomi Silalahi sudah dua kali menjadi korban pencurian dalam tahun yang sama. Aksi pertama terjadi pada Februari lalu dan belum terungkap hingga kini.

Peristiwa terbaru berlangsung sekitar pukul 02.00 WIB, saat sejumlah pelaku yang datang menggunakan mobil minibus Gran Max hitam membobol gudang toko.

Baca Juga: Ejekan Lamine Yamal Kobarkan Semangat Real Madrid di El Clasico

Berdasarkan rekaman CCTV, para pelaku terlihat memotong rantai gembok dengan alat pemotong besi sebelum menggasak isi gudang.

Dari lokasi kejadian, komplotan itu mengambil sekitar 100 unit tabung gas LPG 3 kilogram, baik yang kosong maupun berisi, serta sejumlah barang dagangan lainnya. Total kerugian ditaksir mencapai puluhan juta rupiah.

Sudah Dua Kali Dibobol Maling

Pemilik toko, Mangatur Silalahi, mengaku frustrasi dengan maraknya aksi pencurian di wilayahnya. Ia menyebut ini adalah kejadian kedua dalam delapan bulan terakhir.

“Aksi pertama terjadi 13 Februari 2025. Saat itu toko utama dibobol, dan pelaku menggasak sembako serta rokok senilai sekitar seratus juta rupiah,” ujar Mangatur saat ditemui, Minggu (26/10).

Baca Juga: Madrid Bungkam Barcelona 2-1, Mbappe dan Bellingham Jadi Pahlawan El Clasico

Mangatur menuturkan, laporan terkait pencurian pertama sudah ia buat ke Polsek Bangun, bahkan disertai rekaman CCTV dan keterangan saksi, namun hingga kini belum ada titik terang.

“Kasus pertama belum juga terungkap. Karena itu, untuk kejadian kedua ini saya langsung lapor ke Polres Simalungun, supaya lebih cepat ditangani,” tegasnya.

Mangatur mengaku mulai mencurigai seseorang berinisial EH, yang sering nongkrong di warung kopi dekat toko.

“Sejak kejadian pertama, dia tiba-tiba hilang. Sekarang muncul lagi dan bebas berkeliaran. Saya makin curiga, apalagi laporan pertama saya di Polsek seolah tidak ditindaklanjuti,” ujarnya dengan nada kesal.

Baca Juga: Leverkusen & Stuttgart Sama-sama Menang, Persaingan Makin Panas

Aksi pencurian itu pertama kali diketahui oleh seorang warga Perumahan Gilang Graha, Eko Pratama, yang melintas menuju Pasar Dwikora Parluasan, Pematangsiantar, untuk berdagang ikan.

“Saya lihat mobil pikap hitam berhenti di depan gudang. Karena curiga, saya putar balik. Pas saya dekati, ternyata mereka sedang bongkar tabung gas dari dalam gudang,” kata Eko.

Ia sempat berteriak dan berusaha mengejar para pelaku dengan sepeda motor. Namun, laju mobil pencuri terlalu cepat. “Saya sempat lempar batu ke arah mereka, dan sepertinya kena salah satu karena saya dengar teriakan dari dalam mobil,” ujarnya.

Para pelaku kemudian kabur ke arah Simpang Karang Sari dan menghilang di kegelapan malam.

Baca Juga: Leverkusen & Stuttgart Sama-sama Menang, Persaingan Makin Panas

Warga sekitar berharap pihak kepolisian menindaklanjuti kasus ini dengan serius. Pasalnya, serangkaian pencurian di wilayah Gunung Maligas belakangan ini belum satu pun berhasil diungkap.

“Kami resah, karena pencurian terus terjadi tapi tidak ada hasil dari penyelidikan. Semoga kali ini pelaku bisa segera ditangkap,” kata salah seorang warga setempat.

Sementara itu, pihak Polres Simalungun disebut telah menerima laporan resmi dari korban dan tengah menindaklanjuti kasus tersebut. Hingga berita ini diturunkan, pihak kepolisian belum memberikan keterangan resmi terkait perkembangan penyelidikan.

Kasus ini menambah panjang daftar aksi pencurian yang terjadi di wilayah Simalungun dalam beberapa bulan terakhir, terutama dengan modus pembobolan toko menggunakan mobil dan alat pemotong besi. (rel)

Editor : Editor Satu
#komplotan maling #bobol toko