TANJUNGBALAI, METRODAILY — Satuan Polisi Air dan Udara (Satpolairud) Polres Tanjungbalai membentuk Kelompok Masyarakat Mitra Laut guna memperkuat pengamanan wilayah perairan sekaligus mencegah maraknya Pekerja Migran Indonesia (PMI) non-prosedural di jalur laut Tanjungbalai.
Kasat Polairud Polres Tanjungbalai AKP M. Tanjung mengatakan, pembentukan kelompok tersebut dilakukan di Dermaga Satpolairud Polres Tanjungbalai, Jumat (24/10/25).
“Tujuannya untuk memperkuat sinergi polisi dan masyarakat pesisir dalam menjaga kamtibmas, terutama pencegahan PMI non-prosedural di wilayah perairan Tanjungbalai,” ujar AKP M. Tanjung.
Baca Juga: Bantah Data Rp3,1 Triliun, Kas Pemprov Sumut Rp990 Miliar Tersimpan di Bank Sumut
Ia menegaskan, salah satu tugas utama Satpolairud adalah melakukan pembinaan kepada masyarakat perairan, termasuk berdialog langsung dengan nelayan di wilayah hukum Polres Tanjungbalai.
Menurutnya, upaya menjaga keamanan laut tidak bisa dilakukan aparat saja. Keterlibatan warga pesisir menjadi kunci, terutama dalam mendeteksi aktivitas penyelundupan manusia melalui jalur laut.
“Satpolairud tidak bisa bekerja sendiri. Kami harus bersinergi dengan kelompok nelayan untuk bersama-sama mencegah keberangkatan PMI ilegal,” tegasnya.
Baca Juga: Tas Misterius Ditemukan di Depan Rumah Warga, Polisi Turun Tangan
Kegiatan tersebut juga dihadiri DPC HNSI Kota Tanjungbalai dan Relawan Wak Yong, sebagai bentuk dukungan berbagai elemen masyarakat terhadap penguatan keamanan wilayah maritim.
Satpolairud berharap Kelompok Masyarakat Mitra Laut dapat menjadi mata dan telinga bagi aparat, sekaligus membantu memberikan edukasi agar masyarakat tidak terlibat dalam pengiriman PMI ilegal. (gia)
Editor : Editor Satu