SIMALUNGUN, METRODAILY – Jaringan peredaran narkoba jenis sabu milik Riko Sihotang alias Pak YO akhirnya terbongkar. Setelah lima anggotanya ditangkap lebih dulu, sang bandar besar pun berhasil diamankan personel Sat Narkoba Polres Simalungun.
Kasat Narkoba Polres Simalungun, AKP Henry Salamat Sirait, Minggu (7/9/2025) menjelaskan, penangkapan Pak YO dilakukan Minggu (24/8) sekira pukul 20.00 WIB di Pematangsiantar. Dari tangan pelaku, polisi menyita 5 paket sabu seberat 17,98 gram, alat isap, kaca pirex, serta 2 unit ponsel.
Tak hanya itu, seorang rekannya bernama Hasrat Eric Manurung juga ikut ditangkap dengan barang bukti 1 paket ganja seberat 3,17 gram dan 2 unit ponsel.
Baca Juga: GBI Gedung Putih Pematangsiantar Rayakan HUT ke-19, Ini Harapan Wali Kota
“Barang bukti ini menunjukkan jaringan yang dijalankan Pak YO bukan skala kecil. Jumlah sabu yang cukup besar mengindikasikan peredarannya sudah sangat mengkhawatirkan,” tegas Henry.
Penangkapan ini merupakan hasil pengembangan dari informasi masyarakat. Sebelumnya, Jumat (22/8), polisi terlebih dahulu menangkap Walman Sugianto Siahaan (43), warga Siantar Selatan, yang kedapatan mengantarkan sabu ke pembeli. Dari keterangan Walman, diketahui bahwa sabu diperoleh dari Pak YO di Medan.
“Setiap kali ada anggota yang ditangkap, Pak YO selalu merekrut anggota baru. Pola ini berulang hingga lima orang anggotanya berhasil diamankan, termasuk seorang mantan PNS bermarga Panggabean, Sukur, Marudut Siboro, dan Pak Anggara yang ditangkap Polsek Bangun,” ungkap Henry.
Baca Juga: Polsek Kualuh Hulu Tangkap Pengedar Narkoba di Aekkanopan Timur
Henry menambahkan, Pak YO ditangkap saat datang dari Medan ke Pematangsiantar untuk mengantarkan sabu kepada anggotanya. Pola distribusi ini disebut sudah berlangsung lama.
Dalam keterangannya, Pak YO mengaku sabu diperoleh dari Rudi Hartono, warga Desa Saentis, Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deliserdang. Namun, hingga kini polisi masih memburu Rudi yang diduga sebagai pemasok besar dalam jaringan ini.
“Pengembangan kasus masih terus dilakukan. Kami akan membongkar seluruh jaringan hingga ke pemasok utamanya,” tegas Henry. (rel)
Editor : Editor Satu