Ekonomi Hukum dan Kriminal Medan Metropolitan Nasional Olahraga Showbiz Sumut Aceh Advertorial Feature Intermezzo Internasional Iptek Kolom Merdeka Belajar Nusantara Politik Seni dan Budaya Wisata

Kondisi Hamil, Pelajar SMP di Labusel Gantung Diri, Abang dan Pacar Jadi Tersangka

Editor Satu • Selasa, 26 Agustus 2025 | 10:55 WIB
Kapolsek Kampungrakyat AKP Ilham Lubis.
Kapolsek Kampungrakyat AKP Ilham Lubis.

LABUSEL, METRODAILY – Seorang siswi SMP berusia 15 tahun di Kecamatan Kampungrakyat, Kabupaten Labuhanbatu Selatan (Labusel), ditemukan meninggal dunia dengan cara gantung diri di rumahnya pada Jumat (22/8/2025) malam.

Hasil penyelidikan awal tim Polsek Kampungrakyat bersama Satreskrim Polres Labusel mengungkap adanya dugaan kuat korban tengah mengandung. Polisi menduga korban mengalami tekanan psikologis berat sebelum nekat mengakhiri hidup.

“Dugaannya seperti itu. Ini diketahui setelah dilakukan autopsi,” kata Kapolres Labusel, AKBP Aditya Sembiring, melalui Kapolsek Kampungrakyat, AKP Ilham Lubis, Senin (25/8/2025).

Baca Juga: Inspektorat Labuhanbatu Jadwalkan Pemeriksaan Kadis Kominfo, Instruksi Langsung dari Bupati Maya Hasmita

Polisi sudah memeriksa sejumlah saksi, termasuk keluarga dekat korban. Dari hasil penyelidikan, muncul dugaan bahwa masalah yang dihadapi korban berkaitan dengan orang-orang terdekatnya.

Ketua KPAD Labusel, Ilham Daulay, mengatakan korban semasa hidupnya mengalami rangkaian kekerasan seksual.

Berdasarkan keterangan yang dihimpun, korban sejak lama menjadi korban pelecehan dari lingkungan keluarga, hingga kemudian menjalin hubungan dengan seorang pria dewasa.

“Korban diduga hamil sekitar tiga bulan. Kami mencatat ada dua pihak yang diduga terlibat, yaitu dari lingkungan keluarga dan juga orang dekat korban,” ujarnya.

Baca Juga: Geng Motor Mengganas di Batubara, Lakukan Serangan di Labuhan Ruku dan Kafe Colega

Kasat Reskrim Polres Labusel, AKP Endang R Ginting, menegaskan bahwa pihaknya sudah menetapkan dua tersangka dalam kasus ini. Mereka adalah N (20), abang korban, serta K (25), yang disebut sebagai pacar korban.

“Keduanya sudah kita amankan dan ditetapkan sebagai tersangka. Peran mereka berbeda, tetapi sama-sama berkaitan dengan dugaan kekerasan seksual terhadap korban,” kata Endang.

Polisi menambahkan, berdasarkan penelusuran komunikasi korban, sempat ada percakapan mengenai keterlambatan menstruasi sejak Juli 2025. Sang pria disebut berjanji akan bertanggung jawab, namun tragedi tetap terjadi.

Baca Juga: Temui Premanisme? Kapolsek Teluk Nibung Imbau Warga Hubungi 110

Kasus memilukan ini kini menjadi perhatian serius Polres Labusel bersama KPAD untuk memastikan proses hukum berjalan tuntas dan mencegah peristiwa serupa menimpa anak di bawah umur lainnya. (net)

Editor : Editor Satu
#pelajar gantung diri #pelajar smp hamil