Ekonomi Hukum dan Kriminal Medan Metropolitan Nasional Olahraga Showbiz Sumut Aceh Advertorial Feature Intermezzo Internasional Iptek Kolom Merdeka Belajar Nusantara Politik Seni dan Budaya Wisata

Tragis! Kepala Bayi Putus Saat Persalinan di Puskesmas Tapteng, Keluarga Lapor Polisi

Editor Satu • Kamis, 21 Agustus 2025 | 14:35 WIB

 

Puskesmas Pinangsori, Tapteng, lokasi persalinan tragis bayi meninggal dengan kondisi kepala terpisah dari tubuhnya, Senin (18/8/2025).
Puskesmas Pinangsori, Tapteng, lokasi persalinan tragis bayi meninggal dengan kondisi kepala terpisah dari tubuhnya, Senin (18/8/2025).

TAPTENG, METRODAILY – Peristiwa mengenaskan terjadi di Puskesmas Pinangsori, Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng). Seorang bayi meninggal dengan kondisi kepala terpisah dari tubuhnya saat persalinan, Senin (18/8/2025).

Keluarga melaporkan bidan yang membantu persalinan ke polisi atas dugaan malapraktik.

Ayah bayi, Irawan, resmi melaporkan kasus tersebut ke Polres Tapteng dengan nomor: STPL/B/421/VIII/2025/SPKT/Res Tapteng/Poldasu, tertanggal 19 Agustus 2025.

“Saya sudah melaporkan kejadian ini. Saya berharap proses hukum berjalan dan ada kejelasan serta keadilan,” ujar Irawan kepada wartawan, Selasa (19/8).

Baca Juga: Polisi Cegat Mobil Travel di Sidimpuan, Pria Ini Ketahuan Simpan 47 Gram Sabu di Celana

Menurutnya, peristiwa terjadi sekitar pukul 09.30 WIB di ruang bersalin Puskesmas Pinangsori. Saat istrinya melahirkan, bidan diduga menarik paksa kepala bayi hingga terpisah dari tubuh.

Kasus ini viral setelah adik ipar Irawan, dengan akun Facebook Uwiie Poetrisagita, mengunggah video prosesi pemulasaraan jenazah bayi. Dalam unggahan itu, terlihat kepala bayi terpisah dari badan sehingga membuat keluarga terkejut.

“Tolong bantu share agar tidak ada korban lagi. Dugaan malapraktik di Puskesmas Pinangsori. Badan bayi tertinggal di perut ibunya,” tulis akun tersebut.

Baca Juga: Percepat Pertumbuhan Investasi di Sumut, Bobby Nasution Beri Insentif ke Pelaku Usaha

Ia juga menuding pihak puskesmas tidak menunjukkan empati dan tidak memberikan penjelasan yang jelas.

“Kami hanya ingin tahu kronologi sebenarnya. Apakah kakak kami dijadikan bahan praktik oleh pihak puskesmas?” tulisnya lagi.

Hingga Rabu (20/8) siang, Kepala Puskesmas Pinangsori, Akhiruddin Hutagalung, belum memberikan keterangan resmi terkait kasus tersebut.

Sementara itu, polisi menyatakan laporan keluarga akan diproses sesuai hukum yang berlaku. (tim)

Editor : Editor Satu
#kepala bayi putus saat persalinan #puskesmas tapteng