MEDAN, METRODAILY – Seorang gadis bernama Nazwa, warga Dusun XVI, Jalan Bejo, Percut Seituan, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, dilaporkan meninggal dunia di Kamboja setelah sebelumnya pamit kepada ibunya untuk mengikuti interview di salah satu bank di Medan.
Nazwa diketahui merupakan anak bungsu dari Lanniari Hasibuan (53) dan lulusan SMK Telkom 2 Medan.
Sang ibu sempat mendapat kabar putrinya dirawat intensif di State Hospital, Siem Reap, Kamboja, sebelum akhirnya pihak KBRI Phnom Penh menyatakan Nazwa meninggal dunia pada Senin (12/8/2025).
Kronologi Kepergian Nazwa
Lanniari mengungkapkan awalnya ia melarang anaknya pergi ke Kamboja. Namun, Nazwa tetap bersikeras.
“Alasan pertama anak saya buat yaitu ingin study tour tetapi saya tolak. Terus kedua, anak saya meminta izin untuk interview di salah satu bank, saya izinkan dia interview di situ,” ujar ibu korban.
Pada 27 Mei 2025, Nazwa pamit untuk mengikuti interview pertama. Keesokan harinya, 28 Mei 2025, sekitar pukul 05.00 WIB, ia kembali minta izin untuk mengikuti interview kedua.
Namun, sejak siang hari komunikasi Nazwa dengan ibunya mulai aneh. Ia hanya sempat mengirim pesan singkat bahwa kunci rumah dititipkan di jendela.
Keesokan malamnya, 29 Mei 2025, Nazwa mengejutkan ibunya dengan kabar bahwa ia sudah berada di Bangkok, Thailand. Awalnya ia beralasan ikut praktik kerja lapangan bersama teman, sebelum akhirnya mengaku pergi sendirian.
“Kalau saya telepon tak mau diangkat, kalau adik saya telepon baru diangkat. Tapi macam ada orang yang mengawasinya, sebentar-sebentar aja ngomong langsung dimatikan,” ungkap Lanniari.
Kasus Serupa Berulang
Belakangan, beredar di media sosial sebuah video yang memperlihatkan kondisi Nazwa tengah merintih kesakitan saat mendapat perawatan medis diduga di Kamboja.
Kasus ini menambah deretan panjang warga Indonesia yang menjadi korban saat mencari pekerjaan di Kamboja melalui modus perekrutan kerja palsu.
Pihak keluarga berharap kejadian tragis yang menimpa Nazwa bisa menjadi pelajaran berharga agar generasi muda lebih berhati-hati terhadap tawaran kerja di luar negeri yang tidak jelas prosedurnya. (Sya/bbs)
Editor : Editor Satu