Ekonomi Hukum dan Kriminal Medan Metropolitan Nasional Olahraga Showbiz Sumut Aceh Advertorial Feature Intermezzo Internasional Iptek Kolom Merdeka Belajar Nusantara Politik Seni dan Budaya Wisata

Dikira Rekam Penyerangan di Ketaren, Warga Disabet Celurit Saat Melintas

Editor Satu • Senin, 4 Agustus 2025 | 15:20 WIB

Pria bernama A.T (35), warga Desa Muliarayat, Kecamatan Merek, disabet celurit oleh pelaku penyerangan hanya karena memegang ponsel saat melintas di lokasi kejadian.
Pria bernama A.T (35), warga Desa Muliarayat, Kecamatan Merek, disabet celurit oleh pelaku penyerangan hanya karena memegang ponsel saat melintas di lokasi kejadian.

KARO, METRODAILY – Seorang warga menjadi korban salah sasaran dalam aksi penyerangan brutal yang terjadi di Desa Ketaren, Kecamatan Kabanjahe, Kabupaten Karo.

Pria bernama A.T (35), warga Desa Muliarayat, Kecamatan Merek, disabet celurit oleh pelaku penyerangan hanya karena memegang ponsel saat melintas di lokasi kejadian.

Penyerangan tersebut sebelumnya mengakibatkan sejumlah warga luka dan satu unit mobil milik ormas LMP hancur. Tiga orang pelaku sudah diamankan Satreskrim Polres Tanah Karo.

Baca Juga: Cekcok saat Minum Tuak, Lansia Tikam Teman hingga Tewas di Taput

Insiden berdarah yang dialami A.T terjadi pada Jumat (1/8/2025), saat ia baru pulang memancing dari kolam Sinalsar, tak jauh dari kantor Polantas Kabanjahe.

“Saya sedang di jalan, dekat Komplek Merga Silima. Di depan saya ada mobil Avanza putih berhenti, saya ikut berhenti. Karena terlihat ada keributan, saya minggir ke rumah makan di dekat situ,” ujar A.T saat ditemui wartawan.

Namun nahas, saat ia hendak membalas SMS di ponselnya, sekelompok pelaku penyerangan menghampirinya. “Mereka bilang ‘jangan rekam-rekam’, saya bilang oke. Tapi saya tetap balas SMS, tiba-tiba salah satu pelaku menyabet kaki saya pakai celurit,” katanya.

Baca Juga: Illegal Fishing di Sibolga-Tapteng Marak, Pelaku Bebas Beroperasi

A.T mengaku baru menyadari lukanya setelah tiba di warung kopi dekat simpang Komplek Merga Silima. Luka di kakinya kemudian diobati pemilik warung dan ia segera dibawa ke RS Efarina oleh pemilik kolam pancing.

“Saya nggak tahu salah apa, hanya pegang HP. Harapan saya, semua pelaku ditangkap. Saya masih trauma dan luka ini masih dalam masa pemulihan,” tegasnya.

Polres Tanah Karo bergerak cepat. Pada Rabu (30/7/2025), sekitar pukul 16.00 WIB, tim berhasil menangkap tiga tersangka di Simpang Tiga Kicat, Desa Sukandebi, Kecamatan Namanteran.

Ketiganya berinisial MAS (35), warga Desa Simacem, Kec. Namanteran; HC (41), warga Dusun Sidomulyo, Kec. Bahorok, Kab. Langkat; dan UG (53), warga Desa Simpang Kutu Buluh, Kec. Sei Binge, Kab. Langkat.

Baca Juga: Tao Toba Joujou 2025 Raup Transaksi UMKM Rp3,1 Miliar

Dari hasil penangkapan, polisi menyita sejumlah barang bukti, termasuk:

Polisi mengungkap para pelaku berjumlah sekitar 25 orang, datang menggunakan tiga mobil: satu Avanza berstiker PPM, satu Terios putih, dan satu Avanza putih.

Dalam aksinya, mereka membawa berbagai senjata tajam seperti kelewang dan celurit. Hingga kini, kasus masih dalam pengembangan untuk menangkap pelaku lainnya. (mg)

Editor : Editor Satu
#penyerangan di Kabanjahe