Ekonomi Hukum dan Kriminal Medan Metropolitan Nasional Olahraga Showbiz Sumut Aceh Advertorial Feature Intermezzo Internasional Iptek Kolom Merdeka Belajar Nusantara Politik Seni dan Budaya Wisata

Royalti Bikin Ribet, Sammy Simorangkir Curhat saat jadi Saksi di MK

Editor Satu • Rabu, 23 Juli 2025 | 12:51 WIB

Sammy Simorangkir jadi saksi di MK.
Sammy Simorangkir jadi saksi di MK.

JAKARTA, METRODAILY – Penyanyi terkenal Sammy Simorangkir blak-blakan mengaku pernah dilarang menyanyikan lagu-lagu Kerispatih—band yang justru ikut dibesarkannya.

Hal itu ia ungkapkan saat bersaksi dalam sidang gugatan uji materiil UU Hak Cipta di Mahkamah Konstitusi (MK), Selasa (22/7/2025).

Sammy hadir bersama Lesti Kejora, mewakili para pelaku pertunjukan yang merasa dirugikan oleh Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta.

Baca Juga: Dipanggil KPK, Kajari Madina Batal Diperiksa di Medan, Ini Alasannya

Gugatan tersebut dilayangkan Ariel Noah bersama 28 musisi lainnya dengan nomor perkara 28/PUU-XXIII/2025.

“Saya pernah dilarang menyanyikan lagu-lagu Kerispatih, kecuali membayar Rp5 juta per lagu,” ungkap Sammy di hadapan majelis hakim.

Yang mengejutkan, larangan itu berasal dari internal band Kerispatih, diduga atas permintaan Badai, sang pencipta lagu.

Ironisnya, setelah Badai hengkang dari band, ia justru mensomasi Sammy dan Kerispatih terkait hak menyanyikan lagu-lagunya.

Baca Juga: Air Keruh, Ribuan Ikan di Danau Toba Mati Mendadak, Peternak Gagal Panen

Tak hanya itu, Badai juga disebut menawarkan perjanjian yang mewajibkan pembayaran 10 persen dari honor off air untuk setiap lagu ciptaannya yang dibawakan. Sammy menolak.

“Saya tidak pernah menyetujui itu dan memilih tidak menindaklanjuti,” tegas Sammy.

Menurutnya, kondisi ini menciptakan ketidakpastian hukum dan ancaman bagi penyanyi, padahal suara mereka yang membuat lagu-lagu tersebut dikenal luas.

“Saya bagian dari rekaman asli. Tapi malah diperlakukan seolah tidak punya kontribusi hukum,” keluhnya.

Baca Juga: Ancaman Karhutla Meluas, BPBD Sumut Catat 80 Titik Api, Simalungun Siaga Darurat

Sammy juga menyoroti potensi kekacauan di industri jika tafsir eksklusif terhadap hak cipta terus dibiarkan. “Bisa-bisa nanti gitaris larang drummer, atau sebaliknya. Dunia pertunjukan bisa kacau!” pungkasnya.

Persidangan masih akan berlanjut dengan mendengarkan keterangan para pihak, sementara musisi berharap MK dapat mengoreksi pasal-pasal yang dinilai merugikan pelaku pertunjukan langsung. (jp)

Editor : Editor Satu
#royalti #sammy simorangkir