Ekonomi Hukum dan Kriminal Medan Metropolitan Nasional Olahraga Showbiz Sumut Aceh Advertorial Feature Intermezzo Internasional Iptek Kolom Merdeka Belajar Nusantara Politik Seni dan Budaya Wisata

Diduga Depresi karena Asam Lambung, Pria 33 Tahun Gantung Diri Dekat Sumur di Labuhanbatu

Editor Satu • Rabu, 16 Juli 2025 | 10:10 WIB
Gantung diri-Ilustrasi.
Gantung diri-Ilustrasi.

LABUHANBATU, METRODAILY – Warga Desa Kampung Dalam, Kecamatan Bilah Hulu, digegerkan oleh penemuan mayat pria berinisial SA (33) yang tewas gantung diri di dekat sumur, Senin (14/7) sekitar pukul 12.00 WIB. Peristiwa tragis itu pertama kali diketahui oleh sang istri, DA (29).

SA ditemukan dalam kondisi tergantung di pohon waru dengan tali nilon putih di Dusun Harapan, Desa Kampung Dalam. Berdasarkan keterangan keluarga, korban diduga mengalami depresi akibat penyakit kronis asam lambung yang dideritanya selama ini.

Kapolsek Bilah Hulu, AKP Redi Sinulingga, bersama tim medis dari Puskesmas Lingga Tiga langsung turun ke lokasi untuk melakukan visum. Namun, pihak keluarga menolak proses otopsi dan menganggap peristiwa tersebut sebagai musibah.

Baca Juga: Syifa Hadju Ultah, El Rumi Tulis Pesan Cinta Bikin Netizen Baper

Kapolres Labuhanbatu AKBP Choky Sentosa Meliala, melalui Kasubsi PIDM Sihumas IPTU Arwin, menyampaikan belasungkawa dan mengimbau masyarakat agar lebih peka terhadap kondisi kesehatan mental orang-orang di sekitar.

“Kami imbau masyarakat lebih peduli terhadap kondisi mental keluarga dan segera mencari bantuan jika melihat tanda-tanda depresi,” tegas AKBP Choky.

Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk meningkatkan empati dan kewaspadaan terhadap gejala gangguan psikologis, guna mencegah tragedi serupa terjadi kembali.

Baca Juga: 6 Tahun Tak Pulang, Denada Bawa Aisha Liburan ke Jakarta

Peristiwa ini menjadi peringatan keras bahwa depresi akibat penyakit fisik tak boleh dianggap sepele, dan pentingnya peran keluarga serta lingkungan dalam memberikan dukungan mental. (rel)

Editor : Editor Satu
#gantung diri #depresi