ASAHAN, METRODAILY - Reynanda Primta Ginting, pegawai di Pidsus Kejaksaan Negeri Simalungun, yang hanyut di Sungai Silau Asahan saat menyelamatkan kepala desa, ditemukan dalam kondisi meninggal, Kamis Pukul 11.30 Wib.
Korban ditemukan sekitar 2 KM dari lokasi semula terjatuh, tepatnya di belakang kilang getah PT Mas Mulia, antara Kelurahan Kedai Ledang dan Kelurahan Mutiara, Kisaran.
Jenazah ditemukan dalam keadaan telentang berada di pinggir aliran sungai, korban menggunakan celana keper warna coklat dan kemeja kotak kotak.
Petugas masih melanjutkan pencarian terhadap Fahri, yang turut hanyut di Sungai Silau bersama Reynanda.
Fahri sendiri merupakan warga Asahan, adik pemilik cafe, lokasi Jaksa Simalungun dan Jaksa Asahan mengamankan pangulu dan bendahara Banjar Hulu Kecamatan Ujung Padang Kebupaten Simalungun, Rabu (2/6) sekira Pukul 19.00 Wib.
Pegawai bernama Reynanda Primta Ginting SH (26) dinyatakan hilang di sungai Asahan Kabupaten Asahan, Rabu (2/7/2025) sekira jam 19.00 Wib.
Pegawai di bagian Staf Pidana Khusus (Pidsus) itu hanyut saat mencoba menyelamatkan Pangulu Banjar Hulu Kardianto yang melarikan diri ke sungai saat hendak diamankan di salah satu cafe pinggir sungai di Jalan HM Yamin Kisaran Naga Kecamatan Kota Kisaran.
Informasi diperoleh, Tim Kejaksaan Simalungun yang didampingi Tim Kejaksaan Asahan telah mengamankan Kardianto yang merupakan Pangulu Banjar Hulu Kecamatan Ujung Padang Kabupaten Simalungun bersama dengan Bendahara Nagori Banjar Hulu, Bambang Surya Siregar untuk dibawa ke kantor Kejaksaan Negeri Simalungun untuk dimintai keterangannya sebagai saksi.
Namun saat itu, Kardianto merasa ketakutan dan mencoba melarikan diri dengan dan ke sungai. Namun, saat itu Kardianto terlihat tidak dapat berenang sehingga adik dari owner kafe itu juga langsung melompat untuk menyelamatkannya.
Disusul juga oleh Reynanda yang juga turut melompat ke sungai, sehingga Kardianto berhasil diamankan.
Sayangnya, Reynanda dan Fahri malah tidak berhasil menyelamatkan diri, mereka pun hanyut dan hingga saat ini belum dapat ditemukan.(gaf)
Editor : Metro-Esa